Diskop Jatim Dorong UMKM Pangan agar Aman-Berstandar Internasional

Diskop Jatim Dorong UMKM Pangan agar Aman-Berstandar Internasional

Faiq Azmi - detikJatim
Sabtu, 29 Nov 2025 14:15 WIB
Diskop Jatim
Foto: dok. Faiq Azmi/detikJatim
Surabaya -

Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Jawa Timur menggelar kegiatan 'Literasi Izin Edar Produk Pangan Industri Rumah Tangga'. Kegiatan ini dilakukan agar UMKM naik kelas dan go international.

Kegiatan yang digelar dua hari ini dihadiri para pelaku UMKM yang ingin memahami lebih jauh mengenai pentingnya perizinan dalam pemasaran produk pangan. Sejumlah narasumber dihadirkan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai perizinan, branding, hingga standar keamanan pangan berbasis ISO.

Pengembang Kewirausahaan Ahli Pertama-Sidyana Gotra, yang bertugas sebagai pembawa acara pada kesempatan ini mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, namun langkah konkret untuk membantu pelaku usaha naik kelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini kita akan belajar bersama mengenai bagaimana mengurus dan memahami izin edar produk pangan industri rumah tangga, karena legalitas itu bukan beban, tapi jaminan kepercayaan bagi konsumen." kata Sidyana, Sabtu (29/11/2025).

Ia juga mengingatkan peserta agar mengikuti acara dengan serius dan sungguh-sungguh karena setiap materi akan langsung berdampak pada peningkatan kualitas usaha.

ADVERTISEMENT

Acara berlanjut dengan laporan panitia yang disampaikan Ketua Tim Kerja Sub Substansi Produksi-Anton Widodo Heru Mulyo yang menjelaskan tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses perizinan pangan, mulai dari legalitas, standar, hingga pengemasan produk.

"Masih banyak pelaku usaha yang produknya bagus, tetapi belum memiliki izin edar. Padahal izin itu bukan hanya kebutuhan administrasi, tetapi menjadi pintu untuk memperluas pasar, ikut pameran, hingga masuk retail modern," ujarnya.

Anton mengatakan bahwa pemerintah daerah telah memfasilitasi berbagai program agar UMKM tidak merasa kesulitan dalam mengurus kelengkapan usaha. Ia berharap usai mengikuti kegiatan ini, peserta tidak hanya paham teori, tetapi juga langsung mengurus perizinan produknya.

Membuka secara resmi kegiatan sekaligus mewakili Kepala Diskop UKM Jatim adalah Susanti Widyastuti, Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi.
Dalam sambutannya, Susanti menekankan besarnya potensi UMKM pangan di Jawa Timur, namun legalitas produk masih menjadi hambatan utama.

"Pangan itu adalah sesuatu yang dikonsumsi manusia setiap hari. Maka keamanannya harus terjamin. Izin edar bukan sekadar formalitas, tetapi perlindungan bagi pelaku usaha dan masyarakat," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah terus membuka ruang pendampingan dan fasilitasi bagi para pelaku UMKM.

"Kami tidak ingin ada produk bagus yang tidak bisa berkembang hanya karena persoalan izin. Mulai hari ini, mari kita benahi bersama agar produk pangan Jawa Timur makin berdaya saing dengan produk-produk lainnya, baik local maupun global." pungkas Susanti dilanjutkan meresmikan pembukaan kegiatan literasi ini.

Acara berlanjut dengan penyampaian materi oleh Haris Efendi, Direktur PT Gowonan Desain Indonesia, yang mengajak para peserta memahami dasar membangun identitas suatu produk.

"Brand itu bukan hanya soal logo. Logo itu hanya bagian kecil dari identitas visual dalam branding suatu produk," ujarnya.

Haris mengawali paparannya.
Selanjutnya ia memberikan contoh bagaimana konsumen selalu mengingat tampilan suatu merek, bahkan kadang lebih kuat daripada produknya sendiri.

"Jika pelayanan tidak baik, yang disalahkan itu bukan pegawainya, tapi mereknya. Karena logo adalah representasi dari keseluruhan bisnis, bukan sekadar gambar." tambahnya.

Haris juga menegaskan bahwa merek adalah aset jangka panjang.

"Logo itu aset. Kalau Bapak Ibu sudah punya merek tapi tidak didaftarkan, itu sama saja memberi peluang orang lain mengambilnya. Jangan sampai kerja bertahun-tahun justru dinikmati orang lain." tutupnya.

Pemateri selanjutnya, Edy Hariyono-seorang Trainer & Konsultan ISO, yang membahas pentingnya standar keamanan dan kelayakan produk pangan.
Ia menekankan bahwa legalitas bukan hanya persoalan dokumen, tetapi juga terkait proses produksi yang memenuhi standar.

"Produk pangan harus aman, higienis, dan jelas asal-usulnya. Konsumen sekarang lebih kritis, maka label dan izin edar adalah bukti bahwa usaha kita bertanggung jawab." Ujar Edy.

Ia juga memberi pemahaman mengenai penerapan standar ISO dalam usaha pangan rumahan agar produk mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

"ISO bukan hanya soal sertifikat, tetapi tentang membangun sistem produksi yang konsisten, aman, dan dapat dipercaya. Ketika pelaku usaha menerapkan standar ini, produk mereka akan lebih mudah diterima oleh pasar yang lebih luas, termasuk ritel modern dan buyer luar negeri," ungkap Edy.

Penyelenggara berharap agar seluruh peserta segera menindaklanjuti proses pengurusan izin edar produknya masing-masing untuk lebih memperkuat daya tawar dan daya saing produknya dalam segala lapisan pasar. Upaya ini dinilai penting untuk memastikan produk pangan rumahan Jawa Timur semakin aman, legal, dan berkualitas tinggi sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Kegiatan ini bukan akhir, namun awal dari komitmen bersama untuk menghadirkan produk pangan UMKM Jawa Timur yang legal, aman, dan berdaya saing.




(prf/ega)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads