Polresta Malang Kota Soroti Kriminalitas Anak, Pengawasan Harus Diperketat

Polresta Malang Kota Soroti Kriminalitas Anak, Pengawasan Harus Diperketat

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 22 Nov 2025 15:30 WIB
Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol M Sholeh
Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol M Sholeh Foto: Muhammad Aminudin.detikJatim
Malang -

Polresta Malang Kota menyoroti maraknya kasus kejahatan dan aksi kriminalitas jalanan yang melibatkan anak usia sekolah. Pengawasan dari orang tua, lingkungan dan sekolah perlu diperketat.

Hal ini diungkapkan oleh Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol M. Sholeh yang menyebut fenomena ini dinilai cukup memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Kompol M. Sholeh menyampaikan, meski jumlah kasus yang melibatkan anak tidak terlalu tinggi secara statistik, tetapi tingkat keberanian para pelaku yang masih di bawah umur menjadi alarm yang tidak bisa diabaikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presentasenya memang tidak banyak, tapi mereka sangat berani melakukan kejahatan. Bahkan beberapa kasus melibatkan penggunaan senjata tajam oleh anak-anak, dan itu sangat mengkhawatirkan," kata Sholeh kepada detikJatim, Sabtu (22/11/2025).

ADVERTISEMENT

Sholeh menilai bahwa perilaku kekerasan yang dilakukan anak-anak tidak terlepas dari lemahnya pengawasan dari lingkungan terdekat.

Khususnya keluarga dan sekolah. Ia menegaskan bahwa anak-anak tidak boleh dibiarkan berkembang tanpa kontrol.

"Jika kita tidak melakukan effort, kondisi seperti ini akan dianggap hal biasa. Lingkungan harus ikut melakukan pengawasan ketat. Orang tua perlu mengecek alat komunikasi anak, jangan sampai ada unsur kekerasan yang dapat memicu tindakan kriminal," tegas M Sholeh.

Menurut Sholeh, dalam upaya menekan angka keterlibatan anak dalam tindak kriminal. Polresta Malang Kota telah melaksanakan berbagai langkah preemtif dan preventif.

Salah satunya melalui program Police Go To School, yaitu kegiatan sosialisasi yang menyasar pelajar di berbagai jenjang pendidikan.

"Kami sudah melakukan sosialisasi melalui Police Go To School. Kami datang langsung ke sekolah untuk memberikan edukasi mengenai bahaya tindak kriminal, kenakalan remaja, dan dampak penggunaan senjata tajam," jelasnya.

Kompol M. Sholeh menambahkan, dalam penanganan terhadap kejahatan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian saja.

Dibutuhkan peran bersama dari orang tua, guru, dan lingkungan masyarakat untuk menciptakan kondisi yang aman bagi anak-anak.

"Kami berharap peran orang tua, keluarga, dan sekolah ditingkatkan. Jangan biarkan anak-anak terjerumus dalam kekerasan atau tindakan melawan hukum," pungkasnya.



(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads