Rp 24,6 M Digelontorkan untuk Revitalisasi Alun-alun Sidoarjo

Rp 24,6 M Digelontorkan untuk Revitalisasi Alun-alun Sidoarjo

Suparno - detikJatim
Jumat, 29 Agu 2025 18:00 WIB
Proyek revitalisasi Alun-alun Sidoarjo
Proyek revitalisasi Alun-alun Sidoarjo (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Proyek revitalisasi Alun-alun Sidoarjo resmi dimulai dan ditarget rampung akhir tahun ini. Anggaran yang digelontorkan tak main-main, mencapai Rp 24,6 miliar. Beragam fasilitas baru bakal hadir, salah satunya amphitheater untuk ruang seni dan pertunjukan, serta penanaman ulang pohon-pohon estetik sebagai bagian dari penataan lanskap.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Bahrul Amig mengungkapkan, progres revitalisasi hingga akhir Juli 2025 telah mencapai 52,38 persen tinggal 47,62 persen. Ia optimistis proyek rampung tepat waktu.

"Kami sudah jalan lebih dari dua bulan, sisa waktunya sekitar empat bulan lagi. Kami maksimalkan agar bisa selesai 100 persen sebelum Desember. Target kami, alun-alun sudah bisa dipakai warga untuk beraktivitas akhir tahun nanti," kata Amig, Jumat (29/8/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amig menyebut, salah satu yang paling menarik dari wajah baru Alun-alun Sidoarjo adalah kehadiran amphitheater. Fasilitas ini disiapkan sebagai ruang apresiasi seni dan kreativitas warga.

"Amphitheater ini bisa dimanfaatkan seniman lokal. Kita ingin alun-alun bukan cuma jadi ruang publik biasa, tapi juga tempat tumbuhnya kreativitas dan pertunjukan budaya," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Selain amphitheater, revitalisasi juga mencakup penataan zona yang lebih inklusif. Mulai dari zona lansia, zona anak-anak dan balita, zona olahraga outdoor, hingga jalur ramah disabilitas.

"Desainnya kami buat fungsional untuk semua. Ruang terbuka hijau ini harus bisa diakses dan dinikmati semua kalangan," tegas Amig.

Jalur pedestrian di sekeliling alun-alun pun akan diperlebar dan bisa difungsikan sebagai jogging track. Penataan kabel-kabel di sekitar kawasan juga dilakukan dengan sistem ducting bawah tanah demi mendukung tampilan kawasan yang lebih rapi.

"Estetika dan ketertiban kawasan sangat penting, apalagi ini berada di pusat kota," ujar Amig.

Sementara itu, belasan pohon yang diratakan dalam proses awal revitalisasi sempat menjadi perhatian publik. Amig menjelaskan bahwa penataan ini bagian dari desain ulang ruang publik, dan pohon-pohon pengganti akan ditanam kembali.

"Alun-alun ini bukan hutan kota. Tapi kami tetap perhatikan fungsi ekologisnya. Tanaman pengganti nanti akan lebih estetik, rindang, dan mudah dirawat. Ini penting untuk kenyamanan masyarakat jangka panjang," jelasnya.

Tak hanya itu, bangunan Paseban yang berada di sisi alun-alun juga akan direvitalisasi dengan desain yang lebih modern dan multifungsi.

"Paseban akan kita buat lebih fleksibel untuk kegiatan-kegiatan masyarakat dan pemerintahan. Kita ingin jadikan alun-alun ini ikon baru Sidoarjo," pungkas Amig.




(auh/hil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads