Demonstrasi di Gedung Negara Grahadi Surabaya ricuh. Massa merusak pagar hingga fasilitas di Gedung Grahadi.
Pantauan detikJatim di lokasi, kericuhan masih berlangsung hingga pukul 15.45 WIB. Pagar Grahadi di sisi Barat telah dibuka untuk aparat memukul mundur massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pagar Grahadi di sisi Timur sudah nyaris roboh.
Selain itu, massa melemparkan sejumlah bebatuan, serpihan kaca, hingga kayu ke dalam Gedung Grahadi. Bahkan, massa sempat menyalakan petasan dengan mengarahkan ke dalam Grahadi.
Di tempat parkir sepeda motor dekat gerbang Timur, ada sejumlah kendaraan roda dua yang terbakar. Setidaknya terlihat ada lebih dari satu motor yang terbakar.
Diketahui, motor yang terbakar diduga merupakan motor milik aparat kepolisian yang sedang bertugas menjaga keamanan di Grahadi.
Dari pantauan detikJatim di lokasi, mayoritas massa demo memakai pakaian serba hitam. Sebagian lagi mengenakan atribut ojek online.
Suasana kian memanas saat sejumlah orang mencoba menerobos gerbang utama hingga melontarkan botol air mineral dan batu ke arah pintu masuk Grahadi.
Polisi yang berjaga langsung mengimbau massa untuk menghentikan aksi pelemparan. Aparat meminta agar tidak ada provokasi dan mengingatkan agar massa tidak melakukan tindakan anarkis.
"Jangan ada provokasi," kata polisi menenangkan massa.
Massa juga berhasil menjebol pagar Grahadi. Mereka melemparkan petasan hingga membakar motor.
Karena situasi semakin memanas, polisi akhirnya menyemprotkan water cannon untuk memukul mundur massa.
Aksi ini disebut sebagai bentuk solidaritas atas kematian seorang driver ojek online yang sebelumnya tewas dalam kericuhan demo di Jakarta.
Situasi di sekitar lokasi sempat memanas, massa berlarian di sekitar Grahadi. Aparat kepolisian berusaha meredam situasi agar tidak semakin memanas.
(auh/hil)