Sejarah RSUD dr Iskak Tulungagung yang Kini Berusia 105 Tahun

Sejarah RSUD dr Iskak Tulungagung yang Kini Berusia 105 Tahun

Adhar Muttaqin - detikJatim
Minggu, 27 Nov 2022 15:24 WIB
RSUD dr Iskak Tulungagung menginjak usia 105 tahun. Bagaimana sejarah rumah sakit milik pemerintah ini?
RSUD dr Iskak Tulungagung/Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim
Tulungagung -

RSUD dr Iskak Tulungagung menginjak usia 105 tahun. Bagaimana sejarah rumah sakit milik pemerintah ini?

Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Supriyanto mengatakan, cikal bakal rumah sakit daerah tersebut berawal dari sebuah klinik pengobatan, yang ada pada masa Pemerintahan Hindia Belanda tahun 1917.

Klinik tersebut awalnya berada di Jalan Pahlawan Nomor 1 Tulungagung. Pada masa pemerintahan kolonial, klinik tersebut berpindah tempat hingga sembilan kali.

RSUD dr Iskak Tulungagung menginjak usia 105 tahun. Bagaimana sejarah rumah sakit milik pemerintah ini?Foto dr Iskak/ Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim

"Berpindah-pindah hingga ke pelosok Tulungagung demi menjaga eksistensi, agar bisa terus memberikan pelayanan," kata Supriyanto, Minggu (27/11/2022).

Pada 1950, klinik tersebut kembali ke Jalan Pahlawan Tulungagung. Eksistensi klinik tidak lepas dari peran sejumlah dokter. Salah satunya Dokter Iskak.

Dokter Iskak dinilai menjadi sosok yang paling berjasa, dalam menjaga keberlangsungan klinik tersebut.

Di masa kemerdekaan Indonesia, klinik tersebut terus tumbuh dan berubah menjadi rumah sakit. Pada 1985, rumah sakit tersebut berpindah ke Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo, Desa/Kecamatan Kedungwaru dan menjadi rumah sakit kelas C.

Tahun 1999, melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 445.35/1047/1999 tentang Pengesahan Perda Kabupaten Tulungagung Nomor 3 Tahun 1999, rumah sakit tersebut berubah status menjadi Rumah Sakit dr Iskak Tulungagung, dan ditetapkan sebagai rumah sakit unit swadana.

Supri melanjutkan, Rumah Sakit Iskak terus berkembang. Hingga pada 2001, rumah sakit tersebut ditetapkan oleh Pemkap Tulungagung melalui SK Bupati 954 Tahun 2001, menjadi Badan Pelayanan Kesehatan (BPK) Rumah Sakit dr Iskak Tulungagung.

"Kemudian tahun 2005, RSUD dr Iskak melalui Keputusan Menkes RI Nomor: 522/Menkes/SK/IV/2005 dan Keputusan Bupati Tulungagung No: 395 Tahun 2005 tentang Penetapan Kelas, RSUD dr Iskak Tulungagung naik kelas dari C menjadi kelas B nonpendidikan," imbuhnya.

Sistem pengelolaan rumah sakit juga mengalami perubahan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sesuai Keputusan Bupati Tulungagung Nomor 188.45/554/031/2008 tanggal 31 Desember 2008.

Kini, RSUD dr Iskak juga telah ditetapkan menjadi rumah sakit rujukan untuk wilayah barat Jawa Timur. Serta rumah sakit pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Dokter Supri menambahkan, rumah sakit milik Pemkab Tulungagung ini mengalami perkembangan yang pesat. Salah satunya memiliki layanan bedah jantung pintas (bypass) koroner.

"Ini akan bermanfaat untuk banyak orang, karena belum semua provinsi memiliki layanan ini," jelasnya.

"Kardiologi sudah berjalan sampai pelayanan paling advance, yang dilakukan di Indonesia dan di dunia. Kita sudah bisa melakukan yaitu yang terakhir kemarin itu," jelasnya.

Ke depan, pihaknya juga akan menjadikan RSUD dr Iskak sebagai rumah sakit pusat kanker. Sehingga diharapkan, masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan penanganan kanker.

"Kami juga akan kerja sama dengan Universitas Islam Negeri Tulungagung, nanti akan ada fakultas kesehatan kedokteran dan keperawatan, itu juga akan ada di sini," pungkasnya.



Simak Video "Identifikasi 5 Jenazah Korban Tabrakan Bus-Kereta di Tulungangung Selesai"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/iwd)