DPRD Kota Blitar Geram Pembangunan Dua Pasar Sangat Lambat

Fima Purwanti - detikJatim
Kamis, 24 Nov 2022 16:53 WIB
DPRD Kota Blitar sidak pembangunan Pasar.
DPRD Kota Blitar sidak pembangunan Pasar (Foto: Fima Purwanti)
Kota Blitar -

DPRD Kota Blitar dibuat geram saat melakukan sidak pembangunan 2 pasar tradisional. Anggota dewan geram karena proses pembangunan pasar itu mereka anggap cenderung lambat.

DPRD meminta agar pembangunan segera diselesaikan secara tepat waktu tanpa mengurangi komponen maupun bangunan.

"Kami meninjau progress pembangunan Pasar Templek dan Pasar Dimoro bersama OPD terkait. Ada beberapa hal yang menjadi catatan kami," kata Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar Yohan Tri Waluyo kepada awak media usai melakukan sidak, Kamis (24/11/2022).

Yohan menyebutkan progress pembangunan kedua pasar itu cukup lambat. Khususnya pembangunan di pasar Dimoro yang akan digunakan untuk pedagang eks Jalan Mastrip.

Progress pembangunan pasar Dimoro baru mencapai 58 persen, sedangkan target penyelesaiannya pada 12 Desember mendatang.

"Minggu kemarin progress-nya minus 12 persen, minggu ini masih minus 4 persen. Ini tidak bisa kalau progress pembangunan terus minus. Harus bisa tepat waktu," jelasnya.

Yohan mengatakan pelaksana beralasan SDM yang dimiliki kurang dan adanya rolling atau pergantian pekerja. Padahal hal itu merupakan urusan pelaksana (pihak ketiga) karena sudah memenangkan tender pembangunan Pasar Dimoro.

"Kalau di Pasar Templek tersendat karena cuaca hujan, jadi air di sebelah pasar itu masuk ke lokasi pembangunan. Sekarang progress-nya sekitar 85 persen," imbuhnya.

Yohan menegaskan pihaknya meminta agar pelaksana proyek pembangunan pasar dapat bertanggung jawab. Pembangunan pasar harus bisa dikerjakan secara tepat waktu tanpa mengurangi komponen pengerjaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar Hakim Sisworo mengaku telah memberikan teguran pada pihak pelaksana karena progress pembangunan tidak sesuai dengan target. Pihaknya juga sepakat dengan catatan yang diberikan oleh anggota dewan.

"Iya kami terima catatan DPRD termasuk apabila dibutuhkan, pelaksana bisa menambah pekerja maupun jam pengerjaan agar bisa selesai tepat waktu," katanya.

Hakim menegaskan pihaknya sudah meminta masing-masing pelaksana dapat menyelesaikan pembangunan pasar sesuai dengan target. Ketepatan waktu maupun spesifikasi bangunan tetap perlu diperhatikan.

"Kami optimistis selesai tepat waktu, tapi ya kembali ke pelaksana masing-masing. Semoga tidak molor," pungkas Hakim.

Diketahui, pembangunan Pasar Templek yang berupa 29 kios dan 106 los dagang itu ditargetkan selesai pada 20 Desember 2022. Sedangkan Pasar Dimoro untuk 64 pedagang eks Jalan Mastrip itu diperkirakan selesai pembangunannya pada 12 Desember mendatang.



Simak Video "Suasana Pasar Tertua di Blitar yang Kini Kembali Ramai dan Padat"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)