Siswa SMP Sidoarjo Umpat Polisi, Pakar Transportasi Singgung Kelemahan ETLE

Siswa SMP Sidoarjo Umpat Polisi, Pakar Transportasi Singgung Kelemahan ETLE

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Senin, 21 Nov 2022 16:10 WIB
Viral siswa SMP di Sidoarjo umpat polantas
Siswa SMP di Sidoarjo umpat polisi tak terima direkam. (Foto: Dok. Istimewa/Tangkapan layar)
Sidoarjo -

Seorang siswa SMP di Sidoarjo berinisial F mendadak viral di media sosial. Penyebabnya, dia marah dan mengumpat polisi lalu lintas yang merekamnya karena tak memakai helm.

Pakar transportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Dr. Machsus Fawzi ST MT menyorot soal pelanggaran lalu lintas siswa SMP yang tidak memakai helm tersebut. Menurutnya, sejak tilang manual dilarang, banyak pengendara yang terkesan meremehkan aturan lalu lintas.

"Kebijakan pelarangan memang seakan-akan memberikan kesempatan bagi pengendara untuk melanggar, karena mereka tahu kalau petugas dilarang menilang," sebut Machsus melalui pesan WhatsApp kepada detikJatim, Senin (21/11/2022).

Machsus juga menyinggung kelemahan Electronic Law Enforcement (ETLE) yang memicu pro dan kontra. Masih banyak yang harus perangkat yang harus dilengkapi untuk menunjang tilang ETLE.

"Terobosan kebijakan baru terkadang selalu menuai pro dan kontra. Apalagi tahapan penerapannya tidak disiapkan dengan baik," tambahnya.

Saat ini tugas polisi lalu lintas di lapangan terkesan berkurang. Machsus sepakat dengan itu. Dia juga mendukung polisi tetap bisa menilang di lapangan, namun dengan perangkat ETLE Mobile.

"Jangan dilupakan, petugas tetep bisa menilang dengan ETLE Mobile. Jadi jika ada pengendara yang berani mengumpat sangat boleh jadi karena mereka tidak tahu kalau polisi tetap bisa menilang dengan ETLE Mobile," imbuhnya.

"Dan juga bisa jadi karena keterbatasan perangkat ETLE Mobile, sehingga tak semua petugas di lapangan bisa menilang secara tidak langsung, bagi pengendara yang melanggar, termasuk mengumpat," sambung Machsus.

Jika belum bisa, kata Machsus, bisa dijadikan bahan evaluasi. Machsus menyarankan agar ke depan segera dilakukan perbaikan sistem. Sehingga, polisi di lapangan juga bisa menilang.

Melihat kasus polisi diumpat siswa ini, Machsus tak sependapat jika disebut muruah polisi lalu lintas menurun. Secara umum muruah polisi memang menurun, tapi problemnya bukan karena lalu lintas.

"Sebab-sebab lain (muruah polisi menurun) yang lebih dominan seperti kasus kematian anggotanya yang kini sedang disidangkan, dugaan kasus suap tambang, dan kasus-kasus serupa,".

Terkait dengan siswa SMP di Sidoarjo yang mengumpat ke polisi, Machsus mendukung jika yang bersangkutan tetap diporoses hukum.

"Namun, tetap dalam bingkai edukatif agar ada efek jera dan perbaikan perilaku bagi kalangan remaja secara umum," tukasnya.



Simak Video "Mainstage Kaleb J: Kebutuhan Hati - To The Moon And Back - It's Only Me"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/dte)