Jokowi Sebut 'Setelah Ini Jatah Prabowo', Gerindra Jatim: Endorsement Luar Biasa

Jokowi Sebut 'Setelah Ini Jatah Prabowo', Gerindra Jatim: Endorsement Luar Biasa

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 07 Nov 2022 20:59 WIB
Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad saat menemani Ketum Gerindra Prabowo Subianto
Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad saat menemani Ketum Gerindra Prabowo Subianto. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Presiden Jokowi bercerita menang Pilpres dua kali atas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Jokowi juga menyampaikan tentang kemungkinan bahwa setelah ini jatahnya Prabowo Subianto menjadi Presiden.

Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad mengamini pernyataan Jokowi. Ia menilai pernyataan itu bentuk endorsement atau dukungan bahwa Prabowo merupakan the next Presiden.

"Pernyataan Pak Jokowi tersebut endorsement yang luar biasa," kata Sadad di Surabaya, Senin (7/11/2022).

Dirinya memaknai bahwa pernyataan Jokowi itu merupakan dukungan nyata kepada Prabowo Subianto serta sinyal dari kepala negara saat ini agar masyarakat mengerahkan energi besar untuk mulai membangun negeri ini bersama-sama.

"Saya memaknai pernyataan Pak Jokowi itu ajakan untuk mengerahkan energi besar bangsa ini untuk membangun bersama, mengesampingkan ego, bukan menghabiskan energi dan potensi bangsa ini untuk kontestasi politik yang terlalu liberal dan hi-cost yang justru tak sesuai kepribadian bangsa," ujarnya.

Menurut politikus yang akrab disapa Gus Sadad sosok Jokowi dan Prabowo adalah 2 negarawan yang memiliki jiwa besar dan mengesampingkan ego politik.

"Begitulah bila politik bangsa ini berada di tangan negarawan. Terlihat adem. Dua tokoh itu adalah figur negarawan, telah memberikan tauladan baik, bahwa kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi," katanya.

Tidak hanya itu, pernyataan Jokowi dia sebut merupakan bukti bahwa demokrasi sebuah negara memang harus dibangun di atas jati diri bangsa.

"Sekaligus membuktikan bahwa demokrasi di negara harus dibangun di atas jati diri bangsa ini, yang penuh dengan nilai-nilai budaya tepo-seliro, mikul nduwur mendhem njero, menang tanpo ngasorake," lanjutnya.

Wakil Ketua DPRD Jatim ini itu juga menyatakan tentang kebutuhan jiwa besar melihat pemandangan sejuk antara Jokowi dengan Prabowo yang sebelumnya menjadi rival politik.

"Tak mudah merangkul bekas rival. Butuh jiwa besar. Hal itu hanya bisa dilakukan oleh tokoh yang pada dirinya telah ter-internalisasi nilai-nilai kebangsaan yang digali dari spirit kebudayaan bangsa," tandasnya.

Jokowi menyatakan tentang kemungkinan "jatah Prabowo" itu saat dirinya memberikan sambutan di acara HUT Perindo di iNews Tower, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2022). Jokowi awalnya mengenang masa pemilihan wali kota Solo hingga gubernur DKI.

"Saya ini dua kali wali kota di Solo menang, kemudian ditarik ke Jakarta, gubernur sekali menang," kata Jokowi.

Jokowi kemudian diusung untuk maju pilpres dan dua kali berhasil memenangkan kontestasi politik tersebut. Dia lalu meminta maaf kepada Prabowo Subianto sambil menyinggung jatah selanjutnya merupakan jatah Prabowo.

"Kemudian dua kali di pemilu presiden juga menang. Mohon maaf, Pak Prabowo," ujar Jokowi.

"Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," sambung Jokowi.



Simak Video "Airlangga: 2024 Hindari Politik Identitas!"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)