Sejarah dan Penggagas Gerakan Pramuka

Sejarah dan Penggagas Gerakan Pramuka

Dina Rahmawati - detikJatim
Kamis, 27 Okt 2022 01:30 WIB
Apa Itu Pramuka? Pengertian, Sejarah dan Seputar Hari Pramuka
Gerakan Pramuka/Foto: kemenpora
Surabaya -

Siapa yang aktif mengikuti ekstrakurikuler pramuka di sekolah? Ya, pramuka atau praja muda karana merupakan sebuah organisasi pendidikan non-formal, yang bertugas untuk mengadakan kegiatan pendidikan kepanduan.

Pramuka bermula dari kegiatan perkemahan kecil yang digagas oleh Robert Stephenson Smyth Baden Powell. Lambat laun, pramuka berkembang menjadi organisasi besar yang tersebar ke penjuru dunia.

Baden Powell lahir pada 22 Februari 1857. Semasa hidupnya, Baden Powell punya banyak pengalaman tak terlupakan. Pengalaman tersebut lalu ditulis dalam satu buku yang berjudul Scouting for Boys sebagai tulisan awal untuk gerakan pramuka.

Saat bukunya menembus pasar buku di Inggris dan Eropa, Baden Powell mendirikan organisasi pramuka yang diberi nama Boys Scout pada tahun 1908. Seluruh anggota organisasi tersebut adalah laki-laki.

Pada 1912, saudara perempuan Baden Powell yang bernama Agnes menginisiasi gerakan pramuka untuk perempuan, yaitu Girl Guides.

Lalu, bagaimana sejarah pramuka di Indonesia?

Dikutip dari buku Sejarah Pramuka Indonesia dan Cikal Bakal Jambore Nasional karya Toto Sugiarto, sejarah pramuka Indonesia dimulai pada masa penjajahan Belanda. Tepatnya pada tahun 1912, muncul organisasi pramuka cabang milik Belanda dengan Nederlandse Padvinders Organisatie (NPO).

Namun, nama organisasi pramuka itu berubah menjadi Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) pada tahun 1916.

Di tahun yang sama, Mangkunegara VII membentuk organisasi pramuka pertama Indonesia dengan nama Javaansche Padvinder Organisatie (JPO). Mengutip laman Kemdikbud, kemunculan JPO memicu gerakan nasional lain untuk membuat organisasi sejenis.

Di antaranya Hizbul Wathan (HW) pada 1918, JJP (Jong Java Padvinderij) pada 1923, Nationale Padvinders (NP), Nationaal Indonesische Padvinderij (NATIPIJ), Sarekat Islam Afdeling Pandu (SIAP) dan Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS).

Pada 1926, dua organisasi pramuka Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) disatukan menjadi Indonesische Padvinderij Organisatie (INPO).

Melihat semakin banyaknya organisasi pramuka milik Indonesia, Belanda melarang organisasi pramuka selain milik Belanda dalam menggunakan istilah Padvinder. Oleh sebab itu, KH Agus Salim memperkenalkan istilah pandu atau kepanduan untuk organisasi pramuka milik Indonesia.



Simak Video "Ganjar Ingatkan Bahaya Nikah Dini: 'Ojo Kawin Bocah'"
[Gambas:Video 20detik]