Selamat Hari Hewan Sedunia! Begini Sejarahnya

Selamat Hari Hewan Sedunia! Begini Sejarahnya

Tim detikJatim - detikJatim
Selasa, 04 Okt 2022 11:59 WIB
Asian man with elder cat lying on chest at home.
Ilustrasi Hari Hewan Sedunia/Foto: iStock
Surabaya -

Tanggal 4 Oktober diperingati sebagai Hari Hewan Sedunia. Peringatan apakah itu? Simak penjelasannya di sini.

Melansir dari situs Leuser Institut Pertanian Bogor (IPB), Hari Hewan Sedunia atau World Animal Day diperingati pada tanggal 4 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini dipelopori oleh Naturewatch Foundation untuk diperingati secara global sejak tahun 2003.

Hari peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan upaya dalam memperjuangkan kesejahteraan hewan-hewan di seluruh dunia. Seperti manusia, hewan sebagai makhluk hidup juga berhak atas kesejahteraan hidup.

Asal-usul dan Sejarah Hari Hewan Sedunia

Dikutip dari situs World Animal Day, ide Hari Hewan Sedunia dicetuskan oleh Heinrich Zimmermann. Dia adalah seorang penulis dan penerbit majalah Mensch und Hund/Man and Dog yang lahir di Warsawa, Polandia namun dia pindah ke Berlin, Jerman. Zimmermann menggunakan majalah terbitannya untuk mempromosikan kesejahteraan hewan kepada masyarakat umum dan membentuk Komite Hari Hewan Sedunia.

Zimmermann menyelenggarakan perayaan Hari Hewan Sedunia pertama pada 24 Maret 1925 di Berlin. Serta memindahkan peringatan ini ke 4 Oktober untuk pertama kalinya pada tahun 1929.

Setiap tahun, Zimmermann mempromosikan Hari Hewan Sedunia dengan gencar. Sampai akhirnya, pada Mei 1931 di sebuah kongres organisasi perlindungan hewan sedunia di Florence, Italia, proposalnya untuk menjadikan Hari Hewan Sedunia 4 Oktober diterima dengan suara bulat.

Hari Hewan Sedunia dipilih pada tanggal 4 Oktober karena bertepatan dengan Hari Raya Fransiskus dari Assisi, santo pelindung ekologi, termasuk hewan. Fransiskus dari Assisi (1181-1226) adalah pendiri ordo Fransiskan Katolik.

Legenda mengatakan bahwa Santo Fransiskus dapat berbicara dengan hewan. Hal itu terlihat dari sejumlah lukisan yang menggambarkan sosok Santo Fransiskus.

Ia meninggal pada 4 Oktober, yang menjadi Hari Santo Pelindungnya. Assisi adalah sebuah kota di Italia tengah, sebelah utara Roma, serta dua jam dari Florence. Tepat 705 tahun setelah kematian Francis, Hari Hewan Sedunia secara resmi diadopsi pada tahun 1931.

Perlindungan Hewan Masa Kini

Melansir dari situs Leuser IPB, hewan terbagi menjadi dua. Yaitu hewan yang sudah didomestikasi (hewan ternak dan hewan peliharaan) dan hewan liar. Keduanya wajib diberikan perlindungan.

Sebagian hewan liar hidup di alam. Namun, ada pula hewan-hewan liar yang hidup di dalam habitat buatan manusia. Seperti di Lembaga Konservasi dan fasilitas-fasilitas penangkaran, dan rehabilitasi.

Tempat-tempat tersebut berada di bawah pengawasan pemerintah dalam pemenuhan kesejahteraan hewan. Untuk memberi perlindungan hewan, terdapat 5 prinsip kesejahteraan hewan yang harus dilaksanakan, yakni:

  1. Bebas dari lapar dan haus
  2. Bebas dari rasa tidak nyaman
  3. Bebas dari rasa sakit, luka, dan penyakit
  4. Bebas untuk berperilaku alami
  5. Bebas dari rasa takut dan tekanan

Sayangnya, masih ditemukan perdagangan ilegal hewan liar yang kerap abai terhadap kesejahteraan hewan. Hewan-hewan liar yang diperdagangkan ditangkap secara brutal, ditaruh di dalam kandang-kandang yang terlalu sempit, dan dipelihara tanpa pemenuhan seluruh 5 prinsip kesejahteraan hewan.

Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak untuk membantu melindungi dan mencegah perdagangan ilegal hewan liar langka. Langkah-langkah itu bisa dimulai dengan tidak membeli dan memelihara hewan liar, melaporkan oknum penjual dan pemelihara, serta ikut dalam mengkampanyekan konservasi hewan liar.

Demikian informasi peringatan Hari Hewan Sedunia. Ayo, lindungi hewan ya, detikers.



Simak Video "Konser Westlife di Surabaya Obati Rindu Fan"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/sun)