Ortu Datangi SMKN 4 Kota Probolinggo Pertanyakan 15 Siswa Jadi Korban Bully

Ortu Datangi SMKN 4 Kota Probolinggo Pertanyakan 15 Siswa Jadi Korban Bully

M Rofiq - detikJatim
Jumat, 30 Sep 2022 18:15 WIB
smkn 4 kota probolinggo
SMKN 4 Kota Probolinggo (Foto: M Rofiq)
Probolinggo -

Sejumlah wali murid siswa SMKN 4 Kota Probolinggo meluruk sekolah. Kedatangan mereka untuk mengklarifikasi terkait dugaan perundungan yang dilakukan kakak kelas kepada sejumlah adik kelas.

Perundungan atau bully itu disebut membuat 15 siswa mengalami luka lebam. Para wali murid mempertanyakan hal itu.

Sekolah pun melakukan klarifikasi yang digelar di salah satu ruangan di SMKN 4. Klarifikasi tersebut selain dihadiri sejumlah orang tua siswa dan guru, juga dihadiri polisi dari Polsek Kademangan dan Babinsa.

Usai klarifikasi, salah satu orang tua siswa, Heri (55), mengatakan dugaan perundungan ini bemula saat adanya pemeriksaan kuku kepada anaknya yang dilakukan oleh kakak kelas. Namun saat pemeriksaan tersebut, diduga kakak kelas menginjak tangan siswa hingga kesakitan.

"Karena diinjak itulah, anak saya melawan dan terjadilah perundungan. Dan baru diketahui saat anak saya minta pijat karena ada benjolan di kepala. Dan tak hanya anak saya, total ada 15 anak yang mendapat perundungan," ujar Heri.

Hal serupa juga disampaikan Nita (42), salah satu bibi korban. Kedatangannya ini untuk mendampingi orang tua keponakannya yang menjadi korban dugaan perundungan yang dilakukan kakak kelas.

"Kejadian yang dialami keponakan saya ini terjadi 2 hari yang lalu, yang mana keponakan saya ini mengalami luka memar di kepala, setelah ditanya, keponakan saya mengaku bahwa telah mendapat perundungan dari kakak kelasnya," jelas Nita.

Setelah klarifikasi, kedua belah pihak baik pihak orang tua siswa, maupun pihak sekolah sepakat kejadian tersebut tidak akan terulang kembali. Dan pihak dari kakak kelas yang melakukan perundungan tersebut juga sudah mengaku bersalah.

Waka Kesiswaan SMKN 4 Sawal Sugiharto mengatakan dalam pertemuan tadi kedua belah pihak sepakat untuk berdamai secara tertulis. Selain itu, guru bernama Hikam memutuskan mengundurkan diri dari posisinya sebagai guru bagian kesiswaan.

"Dalam pertemuan tadi juga diperagakan awal mula kejadian yang mengakibatkan sejumlah siswa mengalami luka memar di kepala. Dan setelah perdamaian ini, untuk selanjutnya sanksi yang diberikan kepada kakak kelas menunggu dari pihak kepala sekolah," kata Sawal.



Simak Video "Perkembangan Kasus Siswa SD Di-bully Kakak Kelas Hingga Koma"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)