Alasan Walkot Eri Bangun Drainase Secara Serentak di Tahun Ini

Alasan Walkot Eri Bangun Drainase Secara Serentak di Tahun Ini

Esti Widiyana - detikJatim
Jumat, 30 Sep 2022 16:17 WIB
drainase surabaya
Pembangunan drainase di salah satu titik (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Pemkot Surabaya tahun ini mengebut pembangunan drainase di 55 titik secara bersamaan agar saat musim hujan nanti bisa meminimalisir banjir. Maka tak heran jika di beberapa titik terdapat box culvert sehingga mengganggu arus lalu lintas.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun mengungkapkan alasannya mengebut pengerjaan saluran secara bersamaan. Sebab, saat ia dilantik menjadi wali kota pada bulan Februari 2021, anggaran di Pemkot Surabaya sudah disahkan pada bulan November tahun 2020.

"Secara otomatis, di tahun 2021 saya tidak membuat anggaran, sehingga ketika terjadi permasalahan, termasuk genangan, saya pun tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa melokalisir dan melakukan penyedotan genangan biar cepat surut," kata Eri kepada wartawan, Jumat (30/9/2022).

Oleh karena itu, di tahun 2022 dilakukan pengerjaan saluran secara masif di semua tempat yang masih banjir atau genangan air di musim hujan lalu. Sehingga seluruh wilayah, baik Surabaya Utara, Timur, Barat dan Selatan dilakukan pengerjaan drainase.

"Karena kita harus mengcrosingkan dan mengkoneksikan antara saluran yang satu dengan yang lainnya. Insyallah dan saya yakin ini akan jauh bisa mengurangi genangan di Kota Surabaya. Tempat-tempat yang biasanya ada genangan insyallah akan berkurang," jelasnya.

Bahkan, di daerah rumahnya, di Ketintang Madya, sudah puluhan tahun selalu ada genangan hingga selutut jika hujan lebat. Ia berharap, dengan pengerjaan saluran tahun ini, genangan-genangan itu tidak terjadi lagi di Surabaya.

"Semoga tidak ada lagi genangan di Ketintang Madya, tidak ada lagi banjir di Gayungsari, dan tempat-tempat lainnya. Semoga itu bisa terwujud di tahun ini," harapnya.

Sementara Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya Lilik Arijanto memastikan pengerjaan penanganan genangan tahun ini dilakukan di berbagai titik di Surabaya. Namun, lebih fokusnya berada di dua tempat, yaitu di pusat kota dan juga di Surabaya selatan.

"Kita fokus di pusat kota karena terpantau di awal tahun, ketika hujan posisi genangan di pusat kota cukup tinggi. Selain itu, kegiatan ekonomi di pusat kota ini sangat padat. Kita ingin menyelesaikan semua ini, sehingga konsentrasi pekerjaan kita banyak di pusat kota. Kemudian kenapa kita pilih di wilayah Surabaya selatan, karena wilayah selatan itu wilayah cathment area yang saluran-saluran pembuangannya itu terpanjang di Surabaya," kata Lilik.

Menurut Lilik, sebelum paket pengerjaan ini dilakukan, saluran pembuangan di pusat kota itu hanya menggunakan saluran-saluran yang melalui brandgang-brandgang yang ada di pusat kota. Brandgang ini merupakan saluran peninggalan Belanda dulu, sehingga kapasitas saluran ini sudah tidak cukup lagi untuk menampung hujan saat ini.

"Makanya, kita harus bikin terobosan baru untuk membuat saluran yang mengarah ke pembuangan terdekat di pusat kota ini, sehingga kita bikin trase-trase yang berbeda, dan ini tentunya akan mengakibatkan crosing-crosing di banyak jalan di seluruh Kota Surabaya," ujarnya.

Ia menjelaskan, alasannya melakukan pengerjaan saluran bersamaan saat ini. Sebab, sekarang ini musim kemarau. Menurutnya, pembangunan saluran di Surabaya itu selalu bersinggungan dengan saluran lama yang masih aktif. Apabila dilakukan pada musim hujan, tentu pembangunan saluran itu akan terhambat dengan aliran air, sehingga dia bersama timnya sangat konsentrasi di musim panas ini.

"Di beberapa bulan terakhir ini, kita harus cepat untuk melakukan pekerjaan bersamaan, sehingga mengakibatkan banyak galian, banyak pemasangan crosing, banyak penempatan box culvert di pinggir jalan, dan terkadang juga mengganggu arus lalu lintas, karena memang tempat dan waktu kita terbatas. Kami mohon maaf untuk itu kepada warga Surabaya," jelasnya.

Lilik memastikan bahwa di waktu yang singkat ini, pihaknya ingin mempercepat pekerjaan ini. Sehingga saluran yang diinginkan bisa segera direalisasikan dan bisa menampung hujan di masa mendatang.

Ia juga memohon kerja sama warga Surabaya, salah satunya memberikan informasi tentang kondisi genangan di Surabaya. Sebab, ketika hujan turun, kondisi saluran itu banyak yang mempengaruhi, mulai dari sampah hingga hambatan lainnya.

Diharapkan, masyarakat bisa melihat bahwa kebutuhan saluran untuk pembuangan air sangat dibutuhkan untuk masyarakat lainnya. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tidak berpikir untuk diri sendiri, seperti tidak menutup badan saluran, tidak membuang sampah di saluran dan tidak melakukan sesuatu yang menyebabkan penyempitan saluran, sehingga saluran yang lebar menjadi sempit.

"Tolong semua itu ditinggalkan. Sekali lagi kami mohon maaf apabila akhir-akhir ini lalu lintas di Surabaya agak sedikit terganggu karena pengerjaan saluran yang bersamaan ini," pungkasnya.



Simak Video "Bikin Laper: Bebek Papin Surabaya yang Lembut Banget"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)