Paus Hiu Terdampar, Pegiat Lingkungan: Antara Migrasi-Pemanasan Global

Purwo Sumodiharjo - detikJatim
Jumat, 30 Sep 2022 09:11 WIB
paus mati terdampar di Pantai Watukarung
Paus mati terjepit karang/Foto: Tangkapan Layar (Video amatir warga)
Pacitan -

Fenomena binatang laut raksasa terdampar kerap terjadi di pantai kawasan Pacitan. Selama sebulan terakhir sedikitnya tercatat dua kejadian serupa.

Peristiwa pertama terjadi Selasa (6/9/2022) di Pantai Wonocaki, Kecamatan Ngadirojo. Saat itu dua ekor hiu tutul terbawa arus hingga ke pinggir dan ditemukan mati.

Kejadian serupa kembali terjadi Minggu (25/9/2022). Lokasinya di Pantai Watukarung, Kecamatan Pringkuku. Binatang laut jenis paus sepanjang 11 meter ditemukan mati terjepit karang.

Menurut pegiat lingkungan Slamet Hember, apa yang terjadi tak lepas dari posisi Perairan Pacitan sebagai jalur migrasi. Pada periode tertentu binatang-binatang tersebut melakukan ruaya.

"Perpindahan besar-besaran itu biasanya terjadi antara bulan Juni hingga Oktober," paparnya berbincang dengan detikJatim, Jumat (30/9/2022).

Adapun jalur migrasi tersebut dari perairan dingin di kawasan selatan menuju utara yang suhunya lebih hangat. Dari Perairan Australia sebagian mamalia laut berpindah ke Laut Jawa.

Pada periode yang sama, lanjut pria yang akrab disapa Cuboh itu, kawasan pinggiran juga banyak terdapat ikan koloni kecil. Hal itu pula yang diduga memicu ikan besar menuju ke pinggir untuk mengejar mangsa.

"Para nelayan menyebutnya musim ikan menetas. Lha tapi anehnya fenomena mamalia laut terdampar itu kan baru belakangan ini. Di luar Pacitan pun banyak lho," ujarnya heran.

Dugaan lain terjadinya kasus tersebut adalah perubahan cuaca ekstrem. Fenomena pemanasan global itu dimungkinkan membuat perubahan suhu laut berubah drastis. Ini membuat gelombang ruaya binatang laut berlangsung cepat dan masif.

"Migrasi itu hal wajar yang dilakukan binatang laut tiap tahun. Yang terasa nggak wajar itu karena banyak yang terdampar," jelas sosok yang kental dengan komunitas 'Sahabat Penyu'.

"Nanti tanggal 15 Oktober kita ada webinar bersama teman-teman (penggiat lingkungan). Hal itu tentu akan menjadi salah satu materi diskusi," pungkas penghobi selancar itu.



Simak Video "Penampakan Mobil Terbakar Hebat di Tanjakan Sedeng Pacitan"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)