Geram! Walkot Eri Sebut Proyek Saluran di Surabaya Selatan Banyak yang Mangkrak

Geram! Walkot Eri Sebut Proyek Saluran di Surabaya Selatan Banyak yang Mangkrak

Esti Widiyana - detikJatim
Kamis, 29 Sep 2022 18:25 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak saluran air di Jambangan
Wali Kota Eri Cahyadi saat sidak pembangunan saluran air (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sempat geram ketika menemukan proyek saluran air di wilayah Surabaya Selatan tak beres. Ia menyebut, proyek di Jalan Karah Agung, Kecamatan Jambangan ini mangkrak. Padahal pembangunan saluran ini demi mengantisipasi banjir saat musim hujan nanti.

"Jadi ada di daerah selatan ya (proyek saluran yang mangkrak) ada di dekat MERR, Gayung Sari, ada posisi yang kemarin juga ada di Kayoon. Sebenarnya jangka waktunya belum terlambat, sampai awal Desember," kata kepada wartawan, Kamis (29/9/2022).

Jika ada masalah di kontraktor, kata Eri, seperti tidak ada tukang atau mandornya ganti, hal ini merupakan urusan kontraktor.

"Itu urusan kontraktornya bagaimana mencari tukang. Maka adanya lelang, makanya ia mencari yang profesional. Kalau dia gak onok (nggak ada) tukang e mandek (berhenti) yang dirugikan adalah warga saya. Ini saya gak mau," jelasnya.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh pengawas selalu mengecek proyek. Bila di dalam dokumen lelang terdapat dokumen kontrak atau kurva S, maka di situ bisa diketahui jumlah tukang dan barang secara real.

"Berarti kurva S tukangnya 15, tapi yang di lapangan 5, ya tegur lah. Kalau alasan tukang pulang, gak bisa itu, karena janjinya dia. Kalau tidak ditepati mengganggu masyarakat Surabaya. Saya gak bisa masyarakat saya dikorbankan begitu. Maka saya minta teman-teman lebih perhatikan lagi kurva S nya," jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya mengebut 55 titik pembangunan drainase untuk mengantisipasi banjir. 55 Titik drainase di Surabaya ini disebut bisa mengurangi banjir sekitar 20 hingga 30% dibandingkan tahun lalu. Sebab, titik fokus pengerjaan salah satunya di tengah kota.

"Harapan pak wali kemarin 90%. Mungkin ini bisa 20 sampai 30% dari tahun kemarin, soalnya target sekarang kejadian genangan di pusat kota, kemudian beberapa titik sudah teratasi semua. Cuma kalau ngomong genangan di Surabaya mulai barat, utara, timur, selatan. Utara kan juga seluruhnya besar lingkup luasan genangannya. Tapi untuk target mungkin 2022 ini pekerjaan kita adalah di daerah tengah kota," kata Kabid Drainase BSDABM Surabaya, Eko Juli Prasetya .

Di 55 titik drainase, pihaknya melakukan crossing untuk mengurangi beban dari sistem drainase yang lama. Sebab dapat mempercepat atau menghilangkan genangan. Sedangkan untuk biaya pengerjaan drainase di 55 titik sebanyak Rp 400 M termasuk pekerjanya. Sebab ada 1.200 satgas yang melakukan pengerjaan drainase.

"Kemudian kebutuhan rutin dari bidang juga. Jadi kalau kita bagi 50% hampir sekitar Rp 250-an M. Jadi Rp 400 M itu total, karena drainase bukan hanya bangun-bangun, tapi ada pemeliharaan, pengerukan, semua," pungkasnya.



Simak Video "Kilas Balik Pertempuran 10 November di Tugu Pahlawan Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)