Kisah Inspiratif, Jagoan Kampung Berdayakan Ekonomi Warga Banyuwangi

Kisah Inspiratif, Jagoan Kampung Berdayakan Ekonomi Warga Banyuwangi

Ardian Fanani - detikJatim
Rabu, 28 Sep 2022 21:20 WIB
Jagoan Kampung Banyuwangi Ajak Pengangguran Berdaya Melalui Usaha Mabelair
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Tak hanya pemerintah, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi, mencoba mengajak bangkit usai pandemi COVID-19. Salah satunya jagoan kampung desa setempat yang dahulu melakukan penolakan terhadap investasi.

Salah satunya adalah Rusdi (40) warga setempat. Dulu, beberapa tahun lalu, ketika disebut nama Rusdi, yang mencuat adalah label jagoan kampung. Ya, jagoan kampung Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur.

Namun lain dulu lain sekarang. Kini yang tersemat pada nama Rusdi adalah sosok pahlawan pemberdayaan ekonomi. Dan pantas memang. Dari jagoan kampung, saat ini dia menjadi pengusaha pengolahan kayu, tempat bergantung puluhan masyarakat sekitar untuk bekerja menyambung rejeki.

'Masa lalu memberi pengalaman yang membuat lebih bijaksana demi masa depan lebih baik'. Kiranya itulah kata bijak yang menjadi pegangan suami dari Nurul Islamiyah ini.

Sebenarnya, menggeluti usaha perkayuan bukan barang baru bagi Rusdi. Sejak bujang, pria kelahiran 14 April 1982 ini sudah malang melintang dalam dunia mebeler. Karir pahlawan pemberdayaan kian melekat ketika dia bermitra dengan PT Merdeka Copper Gold Tbk.

Untuk diketahui, PT Merdeka Copper Gold Tbk merupakan induk perusahaan PT Bumi Suksesindo (PT BSI). Sebuah perusahaan tambang emas yang beroperasi di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Dari kerjasama dengan perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tersebut, pabrik pengolahan kayu milik Rusdi di Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, sering mendapat order besar. Maklum, PT Merdeka Copper Gold Tbk, sedang gencar melakukan program bedah rumah untuk masyarakat sekitar.

"Ketika job ramai, saya mempekerjakan sampai 50 orang. Saya sangat senang dan puas, apalagi kayu yang kami garap untuk program bedah rumah, yang itu untuk masyarakat yang membutuhkan," kata Rusdi, Rabu (28/9/2022).

Bapak dari Alde dan Alqi ini menyampaikan. Selain jagoan kampung, sebelumnya dia merupakan salah satu pelaku tolak tambang. Namun dengan seiringnya waktu, Rusdi mulai menyadari bahwa investasi merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan untuk percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dan PT BSI, yang merupakan anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, juga telah mengantongi perizinan yang berlaku.

"Saya menjadi pelaku tolak tambang sejak era PT IMN (PT Indo Multi Niaga). Dulu, saya secara pribadi pernah diminta untuk tidak tolak tambang, tapi saya gak mau," ujar Rusdi.

"Misal dulu saya diajak komunikasi dan merangkul masyarakat, ya saya mau," imbuhnya.

Untuk saat ini, masih Rusdi, dia bersedia menjadi mitra karena PT Merdeka Copper Gold Tbk, merangkul melalui program. Atau bukan merangkul secara perorangan. Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dicetus pun hasil musyawarah, sehingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Jika bentuknya program begini, kan lebih menyentuh masyarakat," bebernya.

Terkait usaha pengolahan kayunya, Rusdi berharap PT Merdeka Copper Gold Tbk bukan hanya menelurkan program berkelanjutan. Tapi juga mendukung dalam hal kelengkapan peralatan.

"Misal juga bisa dibantu mesin pembelah kayu atau Table Band Saw, jadi limbah kayu bisa dibuat peti buah naga. Itu kan bisa menambah penghasilan para pekerja," tandasnya.

Apa yang dilakukan Rusdi, mantan jagoan kampung Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, ini patut menjadi teladan. Berbekal semangat, niatan baik serta kepedulian pada sesama, dia mampu membangun usaha penebar manfaat. Padahal, Rusdi hanyalah lulusan SMP.

(fat/iwd)