Stakeholders dan Semua Elemen Masyarakat Komitmen Jaga Surabaya Kondusif

Deny Prastyo Utomo - detikJatim
Rabu, 28 Sep 2022 00:03 WIB
ketua dprd surabaya adi sutarwijono
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Polrestabes Surabaya menggelar pertemuan dengan DPRD Kota Surabaya, Pemkot Surabaya serta sejumlah elemen mulai mahasiswa, suporter bola dan juga perguruan silat. Mereka bersama-sama menjaga agar Kota Surabaya tetap kondusif.

Pertemuan yang digelar di ruang M Yasin, Polrestabes Surabaya itu, di hadiri oleh Kapolrestabes Surabaya Akhmad Yusep Gunawan, Ketua DPRD Adi Sutarwijono, Asisten II Pemkot Surabaya Irwan Widyanto. Pertemuan berlangsung hingga dua jam lebih.

"Hari ini, Pak Kapolrestabes Surabaya berinisitif mengundang jajaran pemerintah Kota Surabaya dan saya selaku Ketua DPRD, dan kelompok-kelompok mahasiswa, kemudian mengundang perguruan silat di Kota Surabaya dan mengundang suporter Bonek Persebaya," kata Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono di ruang M Yasin, Polrestabes Surabaya, Selasa (27/9/2022).

"Ada kolaborasi dari masing-masing kelompok masyarakat menjaga Kota Surabaya ini tetap kondusif, tetap aman, sekaligus antusiasme warga dalam segi kehidupan bisa di jalankan, terutama di faktor olahraga dan semangat Kota Surabaya ini sangat luar biasa. Tadi saran dari Bonek, saran dari PSHT untuk menjaga semangat berolahraga di Kota Surabaya," ungkap Adi.

Adi menambahkan dari elemen mahasiswa juga menyampaikan saran dan pendapat untuk Kota Surabaya kepada DPRD Kota Surabaya dan Kapolrestabes Surabaya secara langsung. Tentang mengenai situasi di Kota Surabaya agar semakin baik pasca-kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

"Kita jaga terus, Kota Surabaya ini agar tetap kondusif. Dan semakin bergerak untuk maju," ujar Adi.

Lebih lanjut, Adi menjelaskan dari hasil pertemuan itu, ada beberapa saran yang di sampaikan oleh elemen mahasiswa, suporter dan perguruan silat di Kota Surabaya.

"Satu, ada rumah kebangsaan yang diusulkan oleh teman-teman mahasiswa, dan itu saya kira baik. Karena Surabaya ini adalah miniatur Indonesia. Banyak warga masyarakat berbagai kelompok, berbagai suku yang tinggal di Surabaya, singgah di Surabaya. Dan Surabaya selayaknya mempunyai tempat untuk mengespreksikan semangat kebangsaan Indonesia," ujar pria yang disapa Awi.

Gagasan yang kedua, di katakan Awi yakni di Surabaya akan ada rumah para pendekar untuk sekretariat bersama para pendekar silat. Dan juga sekretariat suporter Bonek di Kota Surabaya.

"Ini saya kira sebagai masukan yang sangat baik, kepada kita semua, kepada Wali Kota Surabaya, kepada saya, kepada Kapolrestabes dan seluruh jajaran juga Kabinda yang diwakilkan," tandas Awi.

Yusep juga sepakat dengan Adi. "Bersepakat untuk membahas tentang bagaimana menjaga kondusifitas daripada Kota Surabaya, sesuai dengan kapasitas masing-masing. Khususnya apa yang telah disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Surabaya sangat mendukung harapan, aspirasi dari para mahasiswa, maupun dari perguruan silat, maupun manajemen Persebaya serta koordinator Bonek. Yang pastinya semuanya mengaharapkan situasi Surabaya tetal terjaga dengan baik dan aman," kata Yusep Gunawan.

"Baik peristiwa negatif yang terjadi, semoga tidak terjadi lagi yang bersifat negatif dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Menjaga Kota Surabaya tidak mudah, namun kita tidak akan berhenti untuk memastikan Kota Surabaya aman dan nyaman, menjadi kota idaman kita semua yang sejahtera," tandas Yusep.



Simak Video "Akhir Kisah 'Gilang Bungkus' Fetish Kain Jarik, Kini Berbaju Tahanan"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)