Dinkes Surabaya Siapkan RS-Puskesmas Antisipasi Penyakit Legionellosis

Dinkes Surabaya Siapkan RS-Puskesmas Antisipasi Penyakit Legionellosis

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 27 Sep 2022 18:28 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina
Kadinkes Surabaya, Nanik Sukristina (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Pemkot Surabaya mewaspadai penyakit menular Legionellosis, meski belum ditemukan kasusnya. Dinkes Surabaya mengeluarkan surat edaran No. 443.33/31474/436.7.2/2022 menindaklanjuti SE Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes terhadap penyakit Legionellosis.

"Kita keluarkan surat edaran ke faskes, ke rumah sakit ke klinik itu dalam rangka kewaspadaan dini. Jadi sampai sekarang belum ada di Surabaya," kata Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, Selasa (27/9/2022).

Pihaknya juga sudah memberikan surat kepada rumah sakit dan puskesmas untuk waspada Legionellosis. Fasilitas pelayanan kesehatan di Surabaya ini diimbau mempersiapkan jika seandainya bakteri ini masuk di Kota Pahlawan dan dilakukan pencegahan.

"Jadi untuk semua penyakit, apalagi ini dari bakteri, masyarakat tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Tetap dijaga hal utama itu harus dilakukan. Pakai masker saya rasa sangat penting sekali untuk tetap kita laksanakan," tandaasnya.

Sebelumnya, penyakit Legionellosis ini seperti flu biasa, batuk berdahak hingga sesak nafas atau menyerang paru-paru. Usia yang rentan terkena penyakit ini kebanyakan 50 tahun ke atas.

"Dari sekitar 75-80 persen menyerang lebih dari 50 tahun. Terutama masyarakat yang memiliki komorbid. Jadi kita harus waspada yang sudah lansia plus yang markobit harus hati-hati," jelasnya.

Adapun karakteristik, tanda dan gejala Legionellosis.Penyakit ini dapat menyerang semua umur, terutama pada kelompok risiko tinggi seperti usia lanjut, memiliki penyakit penyerta, mendapat pengobatan imunosupresi dan faktor risiko lain.

Masa inkubasi penyakit ini antara 2-10 hari, rata-rata 5-6 hari. Penularan bakteri Legionellosis pada manusia dapat melalui aerosol di udara atau karena minum air yang mengandung bakteri Legionella, melalui aspirasi air yang terkontaminasi, melalui pemindahan (inokulasi) langsung melalui peralatan terapi pernafasan dan pengompresan luka dengan air yang terkontaminasi.

Kemudian, bakteri Legionella dapat hidup di air laut, air tawar, sungai, lumpur, danau, mata air panas, genangan air bersih, air menara sistem pendingin di gedung bertingkat. Lalu hotel, spa, pemandian air panas, air tampungan sistem, air panas di rumah-rumah, air mancur buatan yang tidak terawat baik, adanya endapan, lendir, ganggang, jamur, karat, kerak, debu, kotoran atau benda asing.

Bakteri ini bisa hidup pada suhu antara 5,7-63 derajat celcius dan tumbuh subur pada suhu antara 30-45 derajat celcius dan mampu hidup pada pH 2,7-8,3 serta mati pada kondisi tubuh suhu di atas 60 derajat celcius.



Simak Video "Seruput STMJ, Minuman Penghangat Badan di Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)