Relokasi Jadi Pilihan Saat Kucing di Kota Malang Mati Massal Diduga Diracun

Relokasi Jadi Pilihan Saat Kucing di Kota Malang Mati Massal Diduga Diracun

Tim detikJatim - detikJatim
Senin, 26 Sep 2022 19:10 WIB
Kucing di perumahan Patralan Place Kota Malang
Kucing di perumahan Patraland Place Kota Malang (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Kota Malang -

Sebanyak empat ekor kucing diduga diracun hingga mati. Kejadian ini berlangsung di Perumahan Patraland Place, Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Di balik insiden ini, warga mengakui populasi kucing di perumahan tersebut sangat banyak hingga menyebabkan pro kontra di masyarakat.

Ketua RT 08 RW 04, Kelurahan Tasikmadu, Wiratmono mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan polisi mencari siapa orang yang meracun kucing-kucing domestik di perumahan tersebut. Selain itu, pihaknya juga berencana menyelesaikan permasalahan populasi kucing domestik di perumahan yang terlalu tinggi.

"Memang di perumahan ini populasi kucing luar biasa banyak, baik itu kucing liar atau domestik dan kucing ras. Kalau jumlah pasnya saya kurang tahu, tapi puluhan aja di sini sampai," ujar Wiratmono kepada wartawan, Senin (26/9/2022).

Untuk menangani permasalahan populasi kucing yang terlalu banyak di Perumahan Patraland Place, pihaknya bekerja sama dengan komunitas pencinta kucing untuk melakukan pemindahan kucing-kucing tersebut. "Kami rencananya juga akan bekerjasama dengan komunitas pecinta kucing untuk merelokasi kucing-kucing liar tersebut," terang Wiratmono.

Menurut Wiratmono selama ini banyaknya kucing di perumahan tersebut telah menuai pro dan kontra dari warga. Dia mengakui memang ada warga yang menyukai kucing-kucing ini, namun ada pula yang merasa terganggu.

"Ada warga yang suka dan memberi makan kucing-kucing itu. Ada warga lain yang nggak suka karena kucing-kucing itu poop di dekat rumah mereka dan harus membersihkannya setiap hari. Kucing itu juga ada yang pernah sampai poop di karpet masjid juga," tuturnya.

Pihaknya telah membuat Surat Edaran (SE) agar warga yang memberi makan kucing-kucing tersebut juga turut bertanggung jawab dan mengkondisikan kucing tersebut. Agar, kucing ini tidak poop dan kencing sembarangan.

Setelah surat edaran dibuat, kegaduhan mulai mereda selama kurang lebih satu bulan. Kemudian keluhan terkait kotoran kucing yang berserakan kembali didapat Wiratmono.

"Saya pun akhirnya kembali membuat surat edaran kedua dan saya tambahi pendataan kucing liar ataupun ras dan foto-fotonya. Sembari kami mencari cara agar permasalahan ini segela terselesaikan," kata dia.

Kondisi di perumahan kembali kondusif hingga beberapa waktu lalu ada salah satu warga pecinta kucing melapor kepada Wiratmono jika ditemukan kucing yang mati. "Akhirnya dua atau tiga hari kemarin tiba-tiba ada laporan warga dia penyayang kucing di tempat kami bahwa ada kucing mati di racun, kaget saya," tuturnya.

Sebelumnya, kejadian ini viral lewat postingan grup Facebook Cat Lover In The World (CLOW) Malang. Salah satu warga perumahan yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, ada sebanyak 4 kucing mati dengan gejala sama secara bergantian. Menurutnya pertama kali kucing ditemukan mati pada Minggu (18/9/2022).

"Banyak yang bilang kucingnya tiba-tiba kejang-kejang mati. Katanya orang-orang itu matinya mulai tanggal 18-19 (September) itu. Ya yang saya tahu itu 4 kucing mati," kata Mawar.

Selain 4 kucing yang mati, kata dia, ada beberapa kucing yang hilang dan belum kembali. Ia pun belum bisa memastikan hilangnya kucing itu karena mati atau seperti apa. "Yang hilang itu termasuk kucing saya juga. Kucing punya saya hilang Selasa (20/9/2022). Kalau berapa kucing yang hilang di perumahan ini saya tidak tahu," ujarnya.



Simak Video "Menikmati Kuliner Tradisional Berbahan Ketan yang Legendaris, Malang"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/fat)