Warga di Lamongan Geruduk Balai Desa Buntut Kades Jadi Tersangka

Warga di Lamongan Geruduk Balai Desa Buntut Kades Jadi Tersangka

Eko Sudjarwo - detikJatim
Senin, 26 Sep 2022 15:40 WIB
Demo di Lamongan
Demo warga desa di Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)
Lamongan -

Puluhan warga Desa Kadungrembug, Kecamatan Sukodadi, Lamongan menggeruduk balai desa setempat. Mereka menuntut pembubaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang dianggap tak sesuai aturan. Selain itu, warga juga menolak kehadiran pelaksana tugas kepala desa.

Sebelumnya, Kades Kadungrembug tersandung masalah pengurusan sertifikat melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Ia pun harus ditahan Kejari Lamongan. Sang kades ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan uang biaya pengurusan sertifikat milik 28 orang warganya.

Pantauan detikJatim, warga mendatangi balai desa setempat dengan membawa poster yang berisi tuntutan mereka. Selain itu, warga juga membagikan selebaran yang berkaitan dengan aksinya.

"BPD yang sekarang dibentuk pada masa pemerintahan kepala desa sebelumnya tanpa adanya aspirasi atau usulan dari masyarakat. Bubarkan BPD, mari bentuk BPD yang baru sesuai dengan aturan," kata salah seorang korlap aksi, Aditama Ardi Nugraha saat berorasi, Senin (26/9/2022).

Selain menuntut pembubaran BPD, warga juga menolak kehadiran Pelaksana harian (Plh) Kepala Desa Kadungrembug, seperti yang ditunjuk oleh BPD. Pasalnya, penunjukan Plh kades tersebut dilakukan tanpa persetujuan masyarakat dan tidak sesuai aturan. Warga juga meminta Bupati Lamongan tidak menindaklanjuti surat hasil musyawarah BPD terkait penunjukan Plh ini.

"BPD mengadakan musyawarah menunjuk PLH tanpa persetujuan masyarakat dan tidak sesuai aturan. Padahal BPD adalah Badan Permusyawaratan Desa yang melaksanakan fungsi pemerintahan, yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk desa berdasarkan keterwakilan wilayah," tegasnya.

Tak hanya itu, warga juga menyesalkan mengapa BPD tidak mau menandatangani surat penjamin kepala desa yang saat ini sedang ada masalah hukum.

"Kenapa BPD tidak mau menandatangani surat penjamin kepala desa. Padahal DPR saja mau mempertaruhkan jabatan untuk menjamin bapak kepala desa dengan pertimbangannya. Kenapa BPD tidak mau, ada apa?," tanya warga.

Di balai desa, puluhan warga ini diterima perangkat desa, anggota BPD hingga Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sukodadi, Gunawan.

Sementara itu, Sekretaris BPD Desa Kadungrembug Sucipto mengatakan karena ketua BPD berhalangan hadir, maka pihaknya yang akan menampung semua aspirasi warga untuk dimusyawarahkan bersama ketua dan anggota BPD lainnya.

"Aspirasi warga akan kami sampaikan untuk kami musyawarahkan," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Kades Kadungrembug sedang menghadapi persoalan hukum dan ditetapkan sebagai tersangka Kejaksaan Negeri Lamongan bersama seorang pengacara abal-abal. Sang kades berinisial SN (54) menjadi tersangka karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan uang biaya pengurusan sertifikat milik 28 orang warganya.



Simak Video "Angely Emitasari, Biduan Dangdut Jadi Kades di Lamongan"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)