Pelajar SMK Bondowoso Konversi Sepeda Motor dari BBM ke Elpiji 3 Kg

Pelajar SMK Bondowoso Konversi Sepeda Motor dari BBM ke Elpiji 3 Kg

Chuk Shatu Widarsha - detikJatim
Senin, 26 Sep 2022 14:59 WIB
Sepeda motor berbahan bakar bensin yang dikonversi menjadi berbahan bakar elpiji
Sepeda motor berbahan bakar bensin yang dikonversi menjadi berbahan bakar elpiji. (Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikJatim)
Bondowoso -

Sejumah siswa di SMK PGRI 2 Bondowoso melakukan inovasi merespons situasi terkini yang sedang terjadi, terutama berkaitan dengan kenaikan harga BBM subsidi. Mereka mengonversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi berbahan bakar gas elpiji.

Siswa SMK PGRI 2 Bondowoso yang menjadi tim inovasi Rahmat Wahyudi menerangkan biaya untuk melakukan konversi sepeda motor dari BBM ke elpiji itu tidak banyak.

Ia menjelaskan hanya dibutuhkan sekitar Rp 300 ribu untuk pembelian sejumlah perangkat konversi bahan bakar. Termasuk untuk mengisi gas elpiji di tabung 3 kg.

Secara teknis, tabung gas elpiji melon 3 kg yang berfungsi menggantikan bensin itu diletakkan di belakang jok dengan selang yang tersambung ke mesin motor.

Jika bahan bakar elpiji itu habis, kata Rahmat, pemilik motor tinggal menggantinya dengan tabung gas elpiji 3 kg yang sudah terisi.

"Motor berbahan gas elpiji kami mengubah lubang tempat masuknya BBM untuk ditutup sama pilot jet. Kemudian diberi selang dan dipasang klem (pengaman) untuk bisa menggunakan gas dari elpiji," ujar Rahmat.

Sepeda motor berbahan bakar bensin yang dikonversi menjadi berbahan bakar elpijiSepeda motor berbahan bakar bensin yang dikonversi menjadi berbahan bakar elpiji Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikJatim

Pada dasarnya cara kerja sepeda motor berbahan bakar elpiji ini hampir sama dengan sepeda motor berbahan bakar bensin.

Hanya saja, untuk menyesuaikan gas yang dibutuhkan untuk menggerakkan mesin sepeda motor maka mesin yang tadinya berbahan bakar bensin itu perlu sedikit modifikasi.

"Tapi prinsipnya, cara kerjanya dengan sepeda motor berbahan bakar BBM tetap sama," kata Rahmat.

Bambang Suwito Anggota DPRD Bondowoso mengklaim dirinya yang mencetuskan ide itu berdasarkan eksperimen yang ia lakukan cukup lama.

"Saya memang senang otomotif. Saya coba otak-atik, hingga ketemu teknik itu," ujar warga sekaligus Mantan Kepala Desa Kupang, Pakem tersebut.

Teknik yang ia temukan, ujar Bambang, ia transformasikan ke siswa SMK PGRI 2 Bondowoso yang kemudian menjadikan pengerjaan konversi sepeda motor itu jadi bahan praktikum di sekolah.

"Kebetulan di sekolah itu ada program studi otomotif. Sehingga mereka langsung menggarapnya dan menjadikan bahan praktikum," ujar Bambang.



Simak Video "Piknik Cantik di Kawah Wurung, Bondowoso"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)