Tradisi Sedekah Bumi Kembali Digelar di Wilayah Kota Surabaya

Tradisi Sedekah Bumi Kembali Digelar di Wilayah Kota Surabaya

Atta Kharisma - detikJatim
Minggu, 25 Sep 2022 16:34 WIB
DPRD Surabaya
Foto: DPRD Surabaya
Jakarta -

Kegiatan adat istiadat Sedekah Bumi kembali digelar di penjuru Kota Surabaya setelah sebelumnya tertunda lantaran pandemi COVID-19. Kegiatan ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas semua berkah dan keselamatan yang dirasakan masyarakat.

Sedekah Bumi ini dihadiri berbagai kalangan, di antaranya Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, Wali Kota Eri Cahyadi, Wakil Wali Kota Armuji serta kalangan pimpinan dan anggota DPRD Kota Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Adi menjelaskan Sedekah Bumi merupakan kegiatan adat istiadat yang sudah diwariskan hingga ratusan tahun.

"Sedekah Bumi merupakan kegiatan adat istiadat yang diwariskan dari para leluhur desa yang berusia puluhan tahun bahkan ratusan tahun. Warga masyarakat mensyukuri atas keberkahan, hasil bumi yang melimpah, kerukunan dan keselamatan yang dikaruniakan Tuhan YME," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (25/9/2022).

Adi mengatakan DPRD Kota Surabaya sudah sejak lama mendorong Pemkot Surabaya memberi dukungan untuk kegiatan ini. Sebab, Sedekah Bumi berbasis gotong royong masyarakat kampung.

Tahun 2022 ini, lanjut Adi, wali kota dan DPRD Kota Surabaya akhirnya menyepakati untuk alokasi anggaran bagi kegiatan Sedekah Bumi. Dalam rapat paripurna DPRD Kota Surabaya dengan agenda penetapan kesepakatan APBD Perubahan 2020 pada 20 September lalu, telah disetujui alokasi anggaran Rp 400 juta untuk mendukung kegiatan Sedekah Bumi di berbagai wilayah.

Adi menegaskan hal tersebut tidak lepas dari berbagai pendekatan, terutama para legislator Komisi D Bidang Kebudayaan dan Pariwisata yang getol mengawal dan menggolkan kepentingan warga masyarakat itu.

"Dalam pembahasan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2023, yang biasanya disahkan 10 November, kita akan mendorong peningkatan anggaran untuk memperkuat Sedekah Bumi di Kota Surabaya. Tentu saja, hal itu harus seturut kemampuan keuangan Kota Surabaya," ucapnya.

Sedekah Bumi sendiri sudah digelar di Made Sambikerep, Tandes dan Wiyung pada minggu lalu. Adi menerangkan kegiatan semacam ini bergulir di berbagai tempat yang berbasis eks-pedukuhan, kampung atau RW.

Kegiatan ini biasanya diisi kirab budaya, pertunjukan kesenian tradisional, pengajian dan doa-doa untuk para sesepuh yang membuka desa untuk pertama kali.

Adi menyampaikan DPRD Kota Surabaya mendorong Sedekah Bumi menjadi event tahunan wisata kebudayaan serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Terlebih, melihat antusiasme warga masyarakat sangat besar.

"Kita melihat antusiasme warga masyarakat yang besar dalam kegiatan Sedekah Bumi. Berbagai tokoh dan kalangan warga masyarakat menyatu, guyub rukun, dalam suasana penuh gotong royong," ujarnya.

"Dalam event itu, kita bisa mengangkat kelompok-kelompok kesenian tradisional, para pelaku UMKM, yang berkorelasi erat dengan agenda pemulihan ekonomi Kota Surabaya yang menjadi atensi DPRD dan prioritas kebijakan Wali Kota Eri Cahyadi," sambung Adi.

Ia juga memastikan DPRD Kota Surabaya akan terus mendukung upaya-upaya melestarikan tradisi kebudayaan peninggalan masa lalu.

"DPRD Kota Surabaya akan terus mendukung upaya-upaya merawat adat istiadat dan tradisi kebudayaan peninggalan masa lalu. Supaya tetap hidup, di tengah berbagai kemajuan Kota Surabaya," ujar Adi.

Sedekah Bumi Tradisi Guyub dan Penuh Gotong Royong

Ketua RT di kawasan Jurang Kuping, Kelurahan Putat Gede Susanto memotivasi warganya agar terus merawat tradisi adat Sedekah Bumi yang guyub dan penuh gotong royong di kampung tersebut.

"Sebagai kota besar, Surabaya terus bergerak maju. Banyak perubahan dan kemajuan. Tapi tradisi adat istiadat, kesenian dan budaya-budaya yang diwariskan para pendahulu kita, harus tetap dirawat dan dilestarikan. Mari kita jaga dan wariskan kepada anak-anak cucu kita," tuturnya.

Pada kegiatan Sedekah Bumi di kawasan Jurang Kuping, warga berkumpul di halaman pertemuan balai pertemuan kampung dengan masing-masing keluarga membawa tumpeng. Acara itu dihadiri Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono.

Setelah sesepuh desa memimpin doa, warga menyantap tumpeng bersama-sama.

Dalam Sedekah Bumi, tradisi terus dirawat dan dihidupkan dari tahun ke tahun. Seni budaya lokal diberi ruang untuk tampil, seperti pertunjukan wayang kulit, reog Ponorogo, jaranan. Juga nilai-nilai keguyuban dan gotong royong diwujudkan dalam laku bersama.



Simak Video "Melihat Ritual Sedekah Laut Larung Kambing Kendit"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)