Investor Bakal Lebih Mudah Tanam Modal di Surabaya Lewat Klinik Investasi

Investor Bakal Lebih Mudah Tanam Modal di Surabaya Lewat Klinik Investasi

Esti Widiyana - detikJatim
Jumat, 23 Sep 2022 14:16 WIB
mal pelayanan publik pemkot surabaya di gedung siola
Mal Pelayanan Publik Surabaya (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyediakan Klinik Investasi di Mal Pelayanan Publik Siola. Calon investor yang akan berinvestasi di Kota Pahlawan akan lebih mudah, tanpa perlu lagi mendatangi dinas-dinas untuk perizinan investasi.

Eri meminta jika semua investasi berhentinya di penanaman modal. Pemasukan perizinan juga di penanaman modal.

"Saya sudah ngomong ke kepala dinas, tidak ada orang investasi yang datang ke DLH untuk mengurus amdal, tidak ada orang ngurus investasi datang," kata Eri kepada wartawan, Jumat (23/9/2022).

Eri mengatakan orang yang mau investasi hanya masuk di penanaman modal melalui Klinik Investasi. Ketika sudah masuk dan ketika nantinya ada rapat, maka yang merapatkan pihak penanaman modal.

"Orang itu gak perlu ketemu sama DLH, Dishub, dan lainnya. Di Klinik Investasi itu adalah ketika ada orang datang, gak bawa apa-apa, cuma datang misalnya ada uang Rp 1 triliun dan mau investasi di Surabaya apa saja. Nah ini ditunjukkan kawasan CBD apa. Kalau bangun CBD ada di pusat ini, ini, ini," jelas Eri.

Ketika berinvestasi di Surabaya, calon investor akan dijelaskan tentang anggaran Pemkot, apa saja yang dimiliki hingga rencana pemkot yang akan dikerjasamakan. Nantinya investor tinggal memilih tertarik investasi apa.

"Kalau dia tertarik baru masuk. Jadi investasi itu bagaimana kita membuka diri kita agar bisa investasi di kota surabaya tidak bingung. Kalau sekarang bingung, bisa ke DLH, Cipta Karya, tanya dan nantinya ruwet. Makanya ditaruh di klinik investasi," jelasnya.

Di Klinik Investasi nantinya ada satu orang yang mengerti RT/RW di Surabaya, orang yang mengerti asetnya Surabaya, dan orang yang mengerti ketika investasi maka uangnya akan berkembang di sana.

"Saya bilang, apakah orang sempurna tahu tiga itu, tidak. Itulah fungsinya smart city. Makanya data Cipta Karya, DLH, data aset dan lainnya ditaruh di klinik investasi. Yang menjelaskan adalah kepala badan penanaman modal," pungkas Eri.



Simak Video "Singapura Rajai Investasi Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)