Upaya Bupati Ikfina Cegah Kebakaran Hutan di Mojokerto

Upaya Bupati Ikfina Cegah Kebakaran Hutan di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Selasa, 20 Sep 2022 20:23 WIB
Pemkot Mojokerto
Foto: Pemkot Mojokerto
Mojokerto -

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian khusus Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. Ia melakukan sejumlah upaya untuk mencegah karhutla terjadi di wilayahnya.

Salah satunya melalui Apel Siaga Penanganan Karhutla di lapangan Wisata Poetok Soeko, Kecamatan Trawas pagi tadi. Apel ini buah kerja sama BPBD Kabupaten Mojokerto dan Dinas Kehutanan Jawa Timur.

Apel Siaga Penanganan Karhutla di Kabupaten Mojokerto ini diikuti unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, insan pers dan potensi relawan. Bupati Ikfina menjadi pimpinan apel tersebut. Ia juga mengecek kesiapan berbagai peralatan untuk menangani kebakaran hutan.

Ikfina mengatakan apel ini sebagai persiapan mencegah dan menangani karhutla di Kabupaten Mojokerto yang berpotensi terjadi pada musim kemarau. Karena terdapat 25.021,4 hektare hutan di wilayahnya.

Terdiri dari 10.181.10 hektare hutan konservasi yang dikelola UPT Taman Hutan Raya R Soerjo Dinas Kehutanan Jatim dan, 10.656,70 hektare hutan produksi, serta 4.183,60 hektare hutan lindung yang dikelola KPH Mojokerto dan KPH Jombang Perum Perhutani KPH Pasuruan.

Puluhan ribu hektare hutan tersebut berada di kawasan pegunungan dan perbukitan di wilayah selatan Kabupaten Mojokerto. Tanaman di hutan-hutan itu berupa semak-semak dan pepohonan yang didominasi pinus dan jenis rimba lainnya.

"Apel ini merupakan bentuk sinergisitas antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan rekan-rekan media. Karena kami menyadari bahwa penanganan bencana khususnya kebakaran hutan dan lahan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja," terangnya di lokasi, Selasa (20/9/2022).

Bupati perempuan pertama di Mojokerto ini berharap ke depan penanganan karhutla berjalan lebih optimal. Untuk itu, dibutuhkan pemahaman teknik dan strategi terhadap semua unsur yang terlibat. Baik pada tahap mitigasi maupun penanganan karhutla.

Terlebih lagi karena penanganan kebakaran hutan di wilayah pegunungan dan perbukitan sulit dilakukan menggunakan peralatan modern. Pada tahap mitigasi, wajib dibuat pos pantau di beberapa titik untuk mendeteksi dini kebakaran hutan.

"Salah satu upaya mitigasi yang dilakukan adalah dengan membuat pos pantau kebakaran hutan dan lahan dibeberapa titik rawan kebakaran. Di masing-masing pos ada petugas piket yang berjaga 24 jam," jelas Ikfina.

Ikfina juga berharap karhutla tidak pernah terjadi lagi di Kabupaten Mojokerto. "Semoga wilayah kita ini aman dari karhutla, terhindar dari segala macam bencana. Kita semua tetap selalu siap siaga dalam mengatasi segala bentuk ancaman bencana demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Mojokerto yang aman, nyaman dan sejahtera," tandasnya

(akn/ega)