Lagu Tanduk Majeng: Lirik, Arti dan Maknanya

Dina Rahmawati - detikJatim
Jumat, 19 Agu 2022 21:05 WIB
Pantai Kondang Merak merupakan salah satu destinasi wisata di pesisir selatan Jatim. Tepatnya di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Ilustrasi/Foto: Istimewa (dok. Sahabat Alam Indonesia)
Surabaya -

Indonesia adalah negara kepulauan. Hampir 70 persen wilayah Indonesia merupakan perairan. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di daerah pesisir bekerja sebagai nelayan.

Madura merupakan salah satu pulau yang ada di Provinsi Jawa Timur. Salah satu mata pencaharian penduduknya adalah nelayan. Hal itu yang kemudian menginspirasi penciptaan lagu daerah Tanduk Majeng.

Lagu Tanduk Majeng atau Tondu' Majeng diciptakan sekitar tahun 1940, oleh seorang pencipta lagu Madura Legendaris asal Bangkalan, yaitu R Amiruddin Tjitraprawira.

Kata Tanduk atau Tondu' berarti sudah terlihat datang dari laut, tapi belum mencapai garis pantai. Sedangkan arti kata Majeng adalah menangkap ikan. Jika digabung, Tanduk Majeng berarti nelayan yang akan tiba dari laut.

Berikut lirik lagu Tanduk Majeng:

Olle ollang paraona alla jere
Olle ollang ala jere ka Madure

Ngapote wak lajereh etangale
Reng majeng tantona lah pade mole

Mon tengguh deri ombek pajelena
Maseh benyak o ongguh leh olehna

Duh mon ajeling odikna oreng majengan
Abental ombek sapok angen salanjenggah

Arti lirik lagu Tanduk Majeng:

Olle ollang, perahunya mau berlayar
Olle ollang, berlayar ke Madura

Layar putihnya mulai kelihatan
Pencari ikan (nelayan) tentulah sudah pada pulang

Kalau dilihat dari lamanya perjalanan
Tentu hasil ikannya sangat banyak

Duh kalau dilihat hidupnya pencari ikan
Berbantal ombak berselimut angin selamanya

Makna lagu Tanduk Majeng:

Pencari ikan atau nelayan bukan mata pencaharian utama di Madura. Meski sebagian besar wilayah Madura dikelilingi oleh laut. Masyarakat Madura masih tergantung pada kegiatan agraris.

Secara filosofis, lagu ini menceritakan tentang perjuangan masyarakat Madura yang menjadi nelayan. Kehidupan sebagai nelayan sangat keras.

Mereka harus menghadapi bahaya di laut bak hidup berbantal ombak dan berselimut angin. Tidak peduli malam, terik matahari, musim hujan, musim kemarau, angin kencang, atau ombak yang besar. Para nelayan terus berjuang menangkap ikan untuk menghidupi keluarga meski nyawa menjadi taruhan.

Keluarga para nelayan tentu akan menantikan kedatangan mereka dari perjalanan mencari ikan. Mereka berharap agar para nelayan dapat kembali dengan selamat bersama tangkapan ikan yang memuaskan. Saat para nelayan pulang, keluarga akan menyambut kedatangan mereka dengan rasa sukacita.



Simak Video "Konser Westlife di Surabaya Obati Rindu Fan"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/sun)