Bikin Geram, Ratusan Pajero Seenaknya Sendiri Turun ke Lautan Pasir Bromo

Muhajir Arifin - detikJatim
Jumat, 19 Agu 2022 19:19 WIB
Komunitas Pajero di Gunung Bromo
Aktivis lingkungan tegus Komunitas Pajero di Gunung Bromo. (Foto: tangkapan layar/detikJatim)
Pasuruan -

Ratusan mobil Mitsubishi Pajero turun ke kawasan konservasi lautan pasir di Gunung Bromo. Para pengendara juga menggelar pesta besar-besaran di area kaki Gunung Widodaren.

Kondisi itu memantik reaksi komunitas pencinta alam Forum Sahabat Gunung. Detik-detik saat mobil-mobil Pajero diminta segera meninggalkan kawasan lautan pasir pun terekam video dan viral.

"Ratusan Pajero itu masuk ke lautan Pasir dari Tosari pada tanggal 18 Agustus pukul 01.00 WIB. Kami menyayangkan. Kondisinya teman-teman Pajero ini menyalahi aturan yang sudah dikeluarkan oleh BB TNBTS," kata Humas Forum Sahabat Gunung Muhammad Anshori kepada detikJatim, Jumat (19/8/2022).

Menurut Ansori, ratusan Pajero itu merupakan milik anggota Komunitas Pajero Bersatu Indonesia. Mereka melanggar Surat Izin Memasuki Kawasan Konservasi (Simaksi) yang mereka ajukan sendiri.

"Simaksi-nya terdata 20 kendaraan dengan 40 orang. Tapi yang terjadi di lapangan ada sekitar 300 unit kendaraan yang turun ke lautan pasir. Mereka juga mendirikan panggung besar ada party yang sebenarnya tidak diketahui pihak TNBTS. Kecolongan juga TNBTS. Kami juga kecolongan," tandas Ansori.

Komunitas Pajero di Gunung BromoKomunitas Pajero di Gunung Bromo. (Foto: tangkapan layar/detikJatim)

Pada siang hari, pihaknya mendatangi komunitas itu ke lautan pasir. Mereka meminta agar aturan TNBTS dipatuhi.

"Yang kami tekankan dan kritisi adalah penyalahgunaan Simaksi. Karena itu siang hari sekira pukul 13.00 WIB kami mencoba mendatangi dan mengingatkan apa yang boleh dilakukan dan nggak boleh dilakukan di kawasan konservasi. Kemudian karena waktu acaranya juga sudah selesai, kami ingatkan mereka waktunya pulang," ujarnya.

Ansori menyadari petugas TNBTS sangat terbatas mengawal kawasan yang luasnya mencapai 25 ribu hektare. Oleh karena itu, pihaknya meminta kesadaran masyarakat dan komunitas agar tidak bertindak semaunya di kawasan konservasi.

"Kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi," pungkasnya.

Pihak TNBTS belum memberikan keterangan terkait kejadian ini. Humas TNBTS Sarif Hidayat tidak merespons ketika hendak dikonfirmasi detikJatim melalui sambungan telepon.



Simak Video "Turis Asing yang Kencingi Kawah Gunung Bromo Minta Maaf"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)