Ketum Golkar Ungkap Gagasan KIB Hadapi Periode Krusial Indonesia Tahun 2035

Ketum Golkar Ungkap Gagasan KIB Hadapi Periode Krusial Indonesia Tahun 2035

Faiq Azmi - detikJatim
Minggu, 14 Agu 2022 18:42 WIB
ketum golkar yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menyampaikan visi misi membangun Indonesia 5 tahun ke depan.
Ketum Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Para ketua umum (Ketum) partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menyampaikan visi misi membangun Indonesia 5 tahun ke depan di Surabaya. Ketum Golkar Airlangga Hartarto menyebut, gagasan KIB adalah cara menghadapi periode krusial Indonesia.

"Periode krusial bagi bangsa kita 2025-2035. Di mana periode itu bonus demografi kita ini 191 juta penduduk. Nah kita harus mengakselerasi ekonomi agar kita mencapai kesejahteraan dari sekarang income perkapita kita Rp 4 ribu menjadi Rp 12 ribu," terangnya di sela acara pemaparan visi misi KIB di Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (14/8/2022).

Setelah 2035, Airlangga mengatakan Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih banyak orang berusia lanjut. Karena itu dia menegaskan pada tahun itu seluruh masyarakat Indonesia harus sudah sejahtera.

"Sesudah tahun 2035 itu kita akan menjadi bangsa yang lebih banyak demografi orang tuanya, sehingga kalau pada waktu itu kita belum sejahtera, maka kita menjadi tua dan tidak keluar dari middle income trap," sambungnya. "Kalau metode yang ada seperti di Cile, Korea Selatan itu kita baru lolos middle income trap tahun 2043 sehingga kita membutuhkan akselerasi yang lebih cepat," lanjutnya.

Oleh karena itu, kata Airlangga, program transformasi ekonomi, salah satunya mendorong ketahanan pangan, energi, kemudian juga kekuatan fiskal.

"Kemudian mendorong usaha kecil menengah dan yang utama tentu memaksimalkan kesetaraan gender dan pengembangan pemuda karena itu yang akan nanti mengisi ke depan," katanya.

Tak hanya itu, menurutnya Indonesia juga perlu menyiapkan langkah ekonomi. Langkah utama yang perlu disiapkan adalah digitalisasi. Namun, ia tegaskan digitalisasi yang penting bukan dari segi digitalisasi itu sendiri tetapi dari sumber daya manusia dan sumber daya digitalisasi dari pemerintah.

Visi misi tanpa politik identitas hingga capres yang diusung. Baca di halaman selanjutnya.