Kabar Internasional

Dipilih-dipilih! Pasar Ini 'Jual' Pria untuk Dijadikan Suami

Tim Wolipop - detikJatim
Minggu, 14 Agu 2022 00:00 WIB
Pasar Mempelai Pria di Bihar, India.
Pasar mempelai pria di India. (Foto: Facebook/Business Universe)
Surabaya -

Pasar biasanya menjual berbagai bahan makanan hingga kebutuhan pokok. Namun, pasar yang satu ini berbeda. Pasar ini 'menjual' pria untuk dipilih menjadi suami. Di mana sih?

Pasar ini ada di negara bagian di India, Bihar. Di sini, memiliki tradisi di mana wanita bisa 'membeli' pria di pasar untuk dijadikan suami. Tradisi ini sudah berlangsung lebih dari 700 tahun di distrik Madhubani.

Pasar yang menjual mempelai pria mungkin terdengar ekstrem dan gila. Apalagi pada era modern seperti sekarang ini. Namun di Bihar, begitulah cara para wanita memilih pasangan mereka.

Saban tahun, ribuan pria berkumpul di bawah pohon Pipal yang dikeramatkan di area pasar lokal. Para pria ini berkerumun menunggu dipilih oleh calon pengantin wanita.

Tradisi ini disebut Saurath Mela atau Sabhagachhi. Tradisi ini berlangsung selama 9 hari. Di sini, setiap pria yang 'dijual' diberi harga bervariasi sesuai kapabilitasnya, termasuk kualifikasi pendidikan dan latar belakang keluarga.

Wanita-wanita Maithili ini ditemani orang tua pergi ke pasar. Mereka melihat-lihat berbagai pilihan calon suami yang tersedia.

Jika ada calon mempelai yang menarik dan potensial, mereka akan diminta memperlihatkan sejumlah bukti seperti akta lahir dan ijazah.

Dilansir dari Wolipop, Media Al Jazeera melaporkan, pria yang berprofesi sebagai insinyur, dokter dan PNS paling diminati dan banyak dicari di pasar ini. Terlebih lagi jika usianya masih muda, otomatis akan jadi incaran banyak peminat.

Jika cocok dan harganya 'pas', maka calon mempelai pria bisa 'dibawa pulang'. Mereka juga bisa meminta mas kawin kepada keluarga wanita.

Sayangnya, meskipun secara aturan pilihan ada di tangan wanita, ternyata mereka tidak bisa bebas menentukan pria mana yang ingin dinikahi. Sebab, keputusan terakhir ada di tangan keluarga.

Tak hanya itu, banyak orangtua yang memilih calon menantu pria tanpa meminta persetujuan anaknya. Semua itu dengan mempertimbangkan resume sang pria dan kemampuan finansial.

Tradisi Sabhagachhi sangat populer beberapa dekade lalu dibandingkan masa kini. Namun, minat untuk mencari jodoh secara tradisional ini mulai tergerus teknologi, karena anak muda kini banyak yang beralih ke aplikasi kencan online.

Tapi tetap saja, tiap tahunnya, pasar ini menarik minat ribuan pria lajang untuk dipilih sebagai suami potensial. Bahkan ada yang rela bepergian ribuan kilometer dari rumahnya demi mendapatkan pasangan.

Tertarik cari jodoh di sini, detikers?



Simak Video "Jenazah Tentara India Ditemukan di Gletser Setelah 38 Tahun Hilang"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/dte)