Demokrat Tawarkan Opsi Khofifah-Emil ke KIB, Golkar: Ekor Nggak Bisa Nyalip

Faiq Azmi - detikJatim
Jumat, 12 Agu 2022 18:57 WIB
KIB Jatim
Golkar buka suara soal sinyal Demokrat Jatim gabung KIB Jatim. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Demokrat Jatim membuka sinyal untuk bergabung dengan gerbong Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) Jatim. Tak hanya itu, menawarkan opsi duet Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak di Pilgub Jatim 2024. Atas opsi tersebut, parpol-parpol KIB Jatim buka suara.

Ketua Golkar Jatim M Sarmuji menyebut, urusan koalisi merupakan usulan dari DPP atau pusat. Menurut Sarmuji, di level pusat Demokrat masih melakukan penjajakan. Maka, sepatutnya pengurus di daerah untuk menunggu kepastian bergabung.

"Untuk KIB yang mau bergabung itu harus diawali dari partai yang ada di tingkat pusat. Jadi nggak bisa ekornya nyalip (mendahului) kepalanya. Kalau ada partai baru mau masuk, komunikasi ke DPP dulu, baru ke tingkat daerah," jelas Sarmuji saat Konferensi Pers KIB Jatim di Hotel Shangri-La Surabaya, Jumat (12/8/2022).

Sarmuji pun mengibaratkan tamu yang datang belakangan harus menyesuaikan diri dengan orang yang sudah datang terlebih dahulu. "Orang yang datang belakangan harus pasti menyesuaikan diri," tambahnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini membocorkan bahwa komunikasi antara Partai Demokrat dengan KIB sudah berjalan.

"Kalau Demokrat pusat gabung KIB, kami pasti senang. Artinya, kekuatan kami (KIB) bertambah. Rintisan komunikasi (antara Demokrat dan KIB) itu ada, tapi biar waktu yang menjawab," tegasnya.

Sementara Ketua DPW PAN Jatim Ahmad Riski Sadig mengatakan, usulan Khofifah-Emil Jilid II belum dipikirkan oleh PAN. Pihaknya masih menunggu hasil Pileg 2024.

"Kalau soal Jilid II tentunya berdasar Undang-undang syarat pencalonan, bergantung hasil pemilu 2024. Kalau PAN mengawal sampai akhir itu sudah komitmen sebagai pengusung saat Pilgub Jatim 2018 lalu," ungkap Sadig.

Anggota DPR RI ini menegaskan, semua partai di KIB memiliki semangat kebersamaan. Kalau Demokrat mau gabung, lanjut Sadig, harus mengutamakan kebersamaan.

"Tapi kalau terkait mau gabung KIB, jangan pakai syarat-syarat ya. Kan KIB dibangun dalam kebersamaan, bukan persyaratan," tegasnya.

Sementara Wakil Ketua DPW PPP Jatim, Mujahid Ansori menyebut, PPP juga masih akan menunggu hasil Pileg 2024. Tidak menutup kemungkinan PPP menyodorkan calon dari internal.

"Kuncinya di Pileg, dilihat dulu nanti kursi PPP, kalau lebih banyak (dari Demokrat) bisa jadi kami usul kader internal," kata Mujahid.

Mujahid menegaskan, PPP akan berkomitmen mendukung Khofifah. Menurutnya, Khofifah mau maju di Pilgub Jatim lagi atau di Pilpres, PPP Jatim akan mendukung penuh.

"Kalau dengan Bu Khofifah yang notabene adalah kader asli yang dilahirkan PPP, saya kira sudah selesai. Bu Khofifah mau ke Pilpres, kami usulkan, mau maju lagi di Pilgub Jatim ya kami dukung," kata Mujahid.

"Saya kira, kalau partai di KIB semua senapas ya untuk Bu Khofifah, kalau beliau maju di Pilgub Jatim, rasa-rasanya KIB siap mendukung. Tapi kalau wakilnya ya tunggu dulu," tukasnya.



Simak Video "PKB Belum Tentukan Sikap untuk Gabung Koalisi Indonesia Bersatu"
[Gambas:Video 20detik]
(dte/dte)