Kabar Edu

Puncak Hujan Meteor Perseid Jatuh di Tanggal Ini, Simak Cara Melihatnya

Tim detikEdu - detikJatim
Kamis, 11 Agu 2022 20:25 WIB
Father and his daughter are watching Meteor Shower. Night sky.
Ilustrasi hujan meteor (Foto: iStock)
Surabaya -

Hujan meteor Perseid menjadi salah satu rangkaian fenomena langit tahun ini. Berdasarkan LAPAN, puncak hujan meteor Perseid akan terjadi pada 13 dan 14 Agustus.

Sementara diterangkan di situs Space, berdasarkan versi American Meteor Society (AMS), puncaknya terjadi pada 11-12 Agustus 2022.

LAPAN menyebut pada puncaknya ini hujan meteor akan turun dengan intensitas 100 meteor per jam. Meteor ini berasal dari sisa debu komet 109P/Swift-Tuttle.

Hujan meteor Perseid ini dikatakan akan sedikit terhalang oleh cahaya bulan, meski begitu masyarakat tetap bisa menyaksikannya. Simak beberapa tips dari LAPAN untuk melihat fenomena langit ini.

Cara Lihat Hujan Meteor Perseid

1. Pilih lokasi pandang yang bebas halangan
2. Sebaiknya memilih lokasi yang bebas polusi cahaya
3. Pastikan memilih lokasi yang langitnya cerah.


Penyebab Hujan Meteor Perseid

Dikutip dari detikEdu yang mengutip dari laman Space, Perseid disebabkan oleh Bumi yang melewati puing serpihan es dan batu yang ditinggalkan oleh Komet Swift-Tuttle. Komet tersebut terakhir melintas di dekat Bumi pada tahun 1992.

Komet Swift-Tuttle ditemukan oleh dua astronom, Lewis Swift dan Horace Tuttle pada 1862. Benda langit ini diketahui sebagai objek terbesar yang berulang kali melewati Bumi, lebar pusatnya sekitar 16 mil atau 26 kilometer. Swift-Tuttle akan kembali melewati dekat Bumi pada 2126.

Di sisi lain, sebetulnya Perseid terlihat sangat cerah. Namun, karena cahaya bulan maka tampilannya bisa terlihat kurang jelas. Tahun ini, tampilan Perseid pun akan terpengaruh oleh bulan purnama di langit.

Sebagian besar Perseid juga berukuran kecil, sekitar seukuran butiran pasir. Pecahan-pecahannya juga nyaris tidak ada yang menjangkau tanah. Apabila ada yang menyentuh tanah, maka itu disebut dengan meteorit.

Suhu maksimal untuk Perseid juga tidak lebih dari 3 ribu derajat Fahrenheit atau sekitar 1.650 Celsius sebab setiap fragmennya bergerak melewati atmosfer. Keduanya ini kemudian memampatkan dan memanaskan udara yang ada di hadapannya.

Sebagian besar fragmen Perseid sendiri akan terlihat saat mereka berada sekitar 60 mil atau 97 kilometer dari tanah.



Simak Video "2 Hujan Meteor Akan Serbu Langit Indonesia "
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)