Kronologi Ibu Dipaksa Lahiran Normal di RSUD Jombang hingga Bayi Meninggal

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Senin, 01 Agu 2022 12:19 WIB
Ibu Jombang dipaksa lahiran normal
Yopi Widianto, suami dari ibu di Jombang yang dipaksa lahiran normal. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)

"Saat itu disuruh lahiran normal, sedangkan istri saya sudah tanya dua tiga kali ke perawat, kok tidak caesar? 'Kita usahakan', begitu jawabannya," terang warga Dusun Slombok, Desa Plemahan, Sumobito, Jombang ini.

Yopi mengaku terus menemani istrinya selama proses persalinan. Istrinya yang mengidap gula darah dan darah tinggi dipaksa melahirkan secara normal. Sampai sekitar pukul 19.30 atau 20.00 WIB, Rohma tak kuat lagi mengejan. Kondisinya sudah lemas.

"Kemudian divakum atau disedot hanya bisa keluar kepalanya, kondisi bayi sudah meninggal. Para perawat panik, menelepon dokter, dokter datang, ditangani tidak berhasil. Sampai 4 dokter tidak berhasil," ungkapnya.

Menurut Yopi, persalinan sempat dihentikan sementara dalam kondisi kepala bayinya sudah keluar sekitar pukul 21.00 WIB. Dokter lantas meminta izin darinya untuk pemisahan anggota tubuh agar bayi bisa dikeluarkan dari rahim istrinya. Selain itu, untuk menyelamatkan nyawa istrinya.

"Saya setujui proses itu karena tidak ada cara lain agar bayi bisa keluar dan ibunya bisa selamat," jelasnya.

Operasi pengeluaran bayi selesai pada tangah malam. Yopi membawa pulang jenazah bayi perempuannya setelah tubuh si bayi dijahit kembali pada Jumat (29/7) sekitar pukul 00.30 WIB.

"Pasti saya kecewa. Meskipun bayi saya tidak selamat, setidaknya tanpa pemisahan tubuh," ujarnya.

Kisah ini viral di Twitter. Klik halaman selanjutnya!



Simak Video "Sopir yang Gagalkan Penangkapan Mas Bechi Ditangkap!"
[Gambas:Video 20detik]