4 Kecamatan di Banyuwangi Rawan Terdampak Erupsi Gunung Raung

Ardian Fanani - detikJatim
Jumat, 29 Jul 2022 16:51 WIB
Erupsi Gunung Raung
Gunung Raung (Foto: Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

BPB) Banyuwangi mendata ada 4 kecamatan terdampak erupsi Gunung Raung. Meski tak menjadi jalur lahar, ada sejumlah kecamatan di Banyuwangi yang dimungkinkan terdampak abu vulkanik jika gunung itu meletus hebat.

Plt Kepala BPBD Banyuwangi, Ilzam Nuzuli yang menyatakan ada 4 kecamatan yang terdampak erupsi Gunung Raung. "Ada 4 Kecamatan yang rawan bencana erupsi Gunung Raung," ujarnya kepada detikJatim, Jumat (29/7/2022).

Empat kecamatan itu ada tepat di kaki Gunung Raung. Yakni Kecamatan Sempu, Songgon, Kalibaru, dan Glenmore . "Keempat Kecamatan itu berpotensi hujan abu vulkanik," tambahnya.

Ilzam menambahkan, pihaknya sudah melakukan mitigasi kawasan rawan bencana (KRB) beberapa desa di empat kecamatan tersebut.

Untuk KRB III yakni Desa Bumiharjo, Margomulyo, Sumbergondo dan Sumberarum. KRB II adalah Desa Jambewangi dan KRB III beberapa desa yang berjarak lebih jauh dari puncak Gunung Raung.

"Wilayah KRB III itu sekitar 3 kilometer, KRB II itu jarak 8 kilometer dan KRB I jarak 10 kilometer. Sementara di status waspada ini jarak sekitar 3 kilometer yang perlu atensi. Namun demikian belum terdampak hingga saat ini," jelasnya.

Sementara terkait dengan lahar, Ilzam mengatakan, lahar Gunung Raung tidak pernah keluar dari kaldera. Mengingat kaldera Raung sangat luas dan dalam.

"Kedalaman kaldera sekitar 500 meter dan luas sekitar 2 kilometer," pungkasnya.

Badan Geologi Kementrian Energi Sumber Mineral RI telah meningkatkan status Gunung Raung dari normal (Level 1) menjadi level waspada (Level 2) setelah terjadi erupsi pada Rabu (27/7/2022). Peningkatan status itu tertuang dalam surat edaran 380.Lap/GL.05/BGL/2022, tertanggal 29 Juli 2022.

Dalam surat edaran 380.Lap/GL.05/BGL/2022, tertanggal 29 Juli 2022 tercatat anomali panas yang terdeteksi oleh citra satelit Terra dan Aqua di permukaan kawah terdeteksi pada tanggal 28 Juli 2022 sebesar 2 mW. Ini mengindikasikan dinamika magma pada permukaan kawah Gunung Raung.

Sementara jenis gempa yang terekam selama periode 1 hingga 26 Juli 2022 yaitu Gempa Hembusan, Tremor, Tektonik Lokal dan Tektonik Jauh. Dengan rincian 377 kali gempa Hembusan, 18 kali gempa Vulkanik Dangkal, 8 kali gempa Tektonik Lokal, 264 kali gempa Tektonik Jauh, dan gempa Tremor menerus dengan amplituda 0.5-8 mm (Dominan 1 mm).

Pada 8-19 Juli 2022 terjadi peningkatan Gempa Hembusan hingga mencapai rata-rata 28 kejadian per hari. Pemodelan GPS mengonfirmasi bahwa telah terjadi inflasi di satu titik yang jaraknya lebih dari 10 km dari puncak pada permukaan kawah Gunung Raung periode Juni-Juli 2022.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi migrasi massa pada kedalaman 2900 m di bawah puncak yang menyebabkan perubahan dimensi 1,7 juta m3.



Simak Video "Gadis di Banyuwangi Hamil 7 Bulan Usai Diperkosa Teman Kumpul Kebo Ibunya"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/fat)