Pria di Kediri Gantung Diri di Kandang Sapi gegara Sakit Tak Kunjung Sembuh

Andhika Dwi - detikJatim
Minggu, 24 Jul 2022 18:07 WIB
Ilustrasi Gantung Diri
Foto: Mindra Purnomo
Kediri -

Seorang pria di Kabupaten Kediri nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Korban diduga depresi karena sakitnya tak kunjung sembuh.

Korban adalah WP (38), warga Pagu. Ia nekat gantung diri di kandang sapi belakang rumahnya karena sakit epilepsi dan lambung yang tak kunjung sembuh.

Korban pertama kali ditemukan oleh tetangga korban bernama Jiman. Saat itu ia berkunjung ke rumah korban untuk mengajak bekerja sekitar pukul 07.00 WIB.

Namun korban ditemukan tengah menghadap utara telah tergantung. Awalnya, Jiman mengira korban tengah buang air kecil di kandang sapi.

"Saya ke belakang langsung mencarinya, saya pikir dia sedang kencing menghadap belakang, ternyata saat saya dekati ia sudah dalam keadaan gantung diri di kandang sapi belakang," tutur Jiman, Minggu (24/7/2022).

Melihat kejadian itu membuat Jiman langsung bergegas untuk membangunkan orang tua korban. Kemudian, dilaporkan ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Pagu.

Selanjutnya, anggota bersama Tim Inafis Polres Kediri dan petugas kesehatan puskesmas setempat menuju ke lokasi untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Hasil pemeriksaan ada bekas jeratan leher korban yang murni meninggal dunia karena gantung diri dan tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan di tubuhnya," Kata Kapolsek Pagu AKP Agus. Minggu (24/7/2022).

Agus mengatakan korban gantung diri dengan menggunakan tali plastik sepanjang 250 cm. Sedangkan korban saat bunuh diri hanya menggunakan celana pendek warna biru muda.

Dari keterangan keluarga, lanjut Agus, korban diketahui tak memiliki masalah apapun sebelumnya. Namun keluarga menyebut sempat depresi karena riwayat sakit epilepsi dan lambung. Pada Sabtu (23/7/2022) sekitar pukul 22.00 WIB sempat ditegur untuk segera tidur.

Karena sakitnya ini, korban setiap bulannya harus melaksanakan kontrol di RS Siti Khodijah Gurah. Tak hanya ia juga menggunakan obat penenang yang harus rutin di minum setiap hari sebab karena sakitnya selama ini susah tidur.

"Atas kejadian ini, keluarga menerima dengan ikhlas dan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi," tandas Agus.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.



Simak Video "Nahas Kakek 64 Tahun Dikira Hanyut, Ternyata Gantung Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)