Blesscon Dukung Bangun Kafe-Amphitheater Desa Wisata Binaan BUMDes Jatim

Ahlu Dzikri Al Hamid - detikJatim
Rabu, 13 Jul 2022 21:33 WIB
Desa Wisata di Jatim
Foto: Istimewa
Jakarta -

Produsen bata ringan Blesscon, PT Superior Prima Sukses (SPS) terlibat dalam program corporate social responsibility Demi Dewi. Demi Dewi adalah program yang telah dilaksanakan oleh Pemprov Jatim bersama Yayasan Rumah Kita Sidoarjo, KIP Foundation, dan Sampoerna untuk Indonesia sejak tahun 2019.

Formatnya kolaboratif dengan menyinergikan program Klinik BUM Desa dan program Dewi Cemara. Tahun 2022 ini bata ringan Blesscon bergabung sebagai supporting partner untuk membangun fasilitas wisataBila. Jika di tahun sebelumnya Demi Dewi banyak membuat kafe wisata, tahun ini ada amphiteater juga yang dibangun.

Blesscon bata ringan yang homebase-nya ada di Jatim merasa wajib ikut menyukseskan. Secara simbolis, Blesscon baru saja menyerahkan bantuan material bata ringan pembangunan amphiteater ke Kepala Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun Nur Cholifah.

Brand Manager Blesscon Yusuf Permadi mengatakan bergabungnya Blesscon sebagai sponsor diharapkan bisa membantu percepatan pemulihan ekonomi di segala sektor.

"Tantangan saat ini adalah daya beli masyarakat. Inflasi tinggi, tapi pendapatan belum. Dengan saling bersinergi seperti ini, Blesscon turut memberi sumbangsih untuk pemberdayaan masyarakat," kata Yusuf dalam keterangan tertulis, Rabu (13/7/2022).

Selain itu, Blesscon juga ingin makin mendekatkan diri seraya berterima kasih atas dukungan masyarakat. Selama ini berkat dukungan masyarakat yang menjadi konsumen Blesscon, merek bata ringan ini mendapatkan Top Brand Awards 2021 dan 2022. Blesscon juga berhasil menjadi satu-satunya bata ringan yang mengantongi sertifikat SNI dan green label di Indonesia

Sebagai informasi, Desa Mendak sudah memiliki Wisata Alam Waturumpuk dan Jalur Pendakian Tapak Bimo yang telah beroperasi. Festival budaya maupun hasil bumi pun kerap diselenggarakan sebelum pandemi COVID-19 datang.

"Kami memang membuat anggaran untuk pengelolaan wisata di desa, namun jumlahnya tidak besar. Terpilih sebagai desa yang masuk Klinik BUMDes sangat bermanfaat sekali untuk pengembangan," kata Nur Cholifah.

Ia mengatakan fasilitas yang sejak lama diidam-idamkan adalah area atau tempat untuk mewadahi festival atau event yang mampu menampung banyak orang. Di Desa Mendak ada pagelaran karawitan, dongkrek maupun penampilan dari kampung pesilat.

Sebelumnya, paada pembukaan program, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa program ini menjadi salah satu pintu masuk proses penyejahteraan masyarakat. Hasilnya bisa dilihat dari angka kemiskinan Jatim yang menurun menurut data BPS. Karenanya program ini dilanjutkan bahkan dikembangkan untuk menggali lagi potensi desa.

Misalnya pada tahun 2022 ini, setelah proses pendampingan ditemukan potensi selain suasana alam dan kuliner. Direktur Klink BUMDes Nova Haryanto menyebutkan ada tradisi upacara dan seni tradisional setempat yang bisa menggaet wisatawan.
"Misalnya saja di kabupaten Blitar ada prosesi Larung Sesaji," ungkapnya.

Meskipun itu adalah ritual upacara, namun bagi wisatawan acara semacam itu unik dan layak untuk dilihat. Format amphiteater ini mewadahi aktivitas keagaman, sarana pertunjukan dan kegiatan lain yang menampung massa. Desa wisata yang dibangunkan amphiteater di antaranya adalah desa di kawasan Pacitan, Madiun dan Blitar.

Nova menuturkan pembangunan fasilitas wisata memang menjadi salah satu agenda utama klinik BUMDes. Selama tiga tahun didominasi dengan pembangunan kafe. Selain kekinian, pengelolaan kafe oleh BUMDes membawa pemasukan yang bagus. Tahun 2022 tetap ada pembangunan kafe, namun kini ditambah amphiteater.

"Sehingga bergabungnya Blesscon sebagai sponsor sangat siginifikan untuk mewujudkannya," kata Nova.



Simak Video "Ganjar Gelontorkan Rp 1 M untuk Bangun Desa Wisata di Pemalang"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)