Kabar Kesehatan

Hijabers, Please Jangan Gigit Jarum Pentul Kalau Tak Mau Alami Hal Ini

Tim detikHealth - detikJatim
Kamis, 07 Jul 2022 19:30 WIB
Langkah 3
Bawa scarf memutar ke atas kepala dan biarkan ujungnya menggantung di pundak kiri. Rapikan bagian kiri dan kanan. Sematkan jarum pentul di dekat telinga kiri juga kanan.
Ilustrasi (Foto: 20 Detik)
Surabaya -

Dokter dari RS Paru Persahabatan berhasil mengeluarkan jarum pentul dari saluran napas atas seorang gadis asal Depok. Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa jarum pentul tersebut tertelan saat gadis itu sedang membenahi hijabnya.

Dilansir detikHealth, gadis tersebut awalnya tengah memperbaiki hijabnya. Sembari itu, ia menggigit jarum pentul di mulut. Ia kemudian tersedak. Jarum tersebut masuk mulut dan menyangkut di saluran pernapasan. Pasien tersebut kemudian mengalami batuk dengan bercak darah.

"Beliau (pasien) termasuk yang cepat tanggap karena memang faktor usia sudah cukup dewasa. Jadi begitu tersedak jam 4 sore, beliau langsung ke rumah sakit setempat," terang KSM Paru, Divisi Pulmonologi Paru dan Gawat Darurat Napas RSUP Persahabatan, dr Mohamad Fahmi, SpP(K), dalam konferensi pers virtual, Kamis (7/7/2022).

"Kebetulan di rumah sakit itu mungkin tidak memiliki alat bronkoskop, lalu mereka kirim ke kita dan kita kerjakan," sambungnya.

Lebih lanjut, dr Fahmi menjelaskan, pasien tersebut kini sudah dalam kondisi baik. Ia tidak mengalami keluhan pasca tindakan pengambilan jarum pentul dari saluran napas menggunakan bronkoskop.

"Kita melakukan tindakan sekitar jam 11 siang lalu pemulihan kondisi dan pemulihan pasca anestesinya sekitar jam 1-2. Karena kita yakinkan pada waktu tindakan itu tidak ada komplikasi, setelah kita observasi 2-3 jam di ruang istirahat nya tidak ada masalah, pasiennya sorenya langsung kita pulangkan," jelasnya.

"Sebelum konferensi ini, kemarin kita sempat telepon lagi apakah ada keluhan? Ternyata Alhamdulillah tidak ada," sambung dr Fahmi.

Pihaknya juga mengatakan bahwa kasus tertelan jarum pentul memang kerap terjadi. Timnya sudah sering menangani kasus hijaber tertelan jarum pentul.

"Kasus terlama itu dia sudah tertelan jarum dua bulan sebelumnya. Anaknya tinggal di pondok pesantren putri, takut untuk mengakui. setelah dua bulan baru terjadi komplikasi, batuk dengan bercak darah," beber dr Fahmi.

dr Fahmi mengatakan untuk kasus tertelan jarum pentul dan benda logam yang tajam, tidak ada pertolongan pertama yang bisa dilakukan di rumah. Pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mengeluarkan benda tajam tersebut.

Sebab jika penanganannya tidak cepat, dikhawatirkan jarum pentul bisa masuk ke saluran napas bawah sehingga tak lagi bisa dilakukan pengangkatan dengan bronkoskopi.

"Tentu saja kita berharap kepada teman-teman, para hijabers muda, adik-adik, tolong kalau pakai hijab, tolong jarum pentulnya di meja aja, jangan ditaruh di mulut. Ini bahaya sekali," tegas dr Fahmi.



Simak Video "Menikmati Cantiknya Pertunjukan Air Mancur di Atlantis Land Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/fat)