Kabar Psikologi

Asfiksia Autoerotik, Kelainan Seksual Pemicu Tewasnya Pelajar SMA Surabaya

Tim detikHealth - detikJatim
Sabtu, 02 Jul 2022 21:20 WIB
Ilustrasi Gantung Diri
Ilustrasi gantung diri. (Foto: Mindra Purnomo/detikcom)
Surabaya -

Seorang pelajar SMA di Surabaya ditemukan tewas menggantung di rumahnya, kawasan Rungkut pada 16 Februari 2017. Setelah penyelidikan polisi, pelajar berinisial PAR (16) itu diketahui bukan tewas karena karena bunuh diri. Yang memicu kematiannya adalah aktivitas penyimpangan seksual bernama autoerotic asphyxiation atau asfiksia autoerotik.

Asfiksia autoerotik merupakan perilaku memuaskan diri sendiri secara seksual dengan membatasi pasokan oksigen. Dikutip dari detikHealth, penyimpangan seks ini membuat pengidapnya mendapat kepuasan seksual lebih saat dicekik.

Asfiksia autoerotik disebut dilakukan beberapa orang untuk meningkatkan kepuasan seksualnya. Hal ini merupakan tindakan berbahaya karena dilakukan dengan cara memotong suplai oksigen ke otak.

Dikutip dari Diagnostic and Statistical Manual of the American Psychiatric Association, asfiksia autoerotik termasuk dalam kelompok parafilia atau penyimpangan seksual. Biasanya, pengidap asfiksia autoerotik akan mendapatkan kepuasan seksual yang lebih bila dicekik.

Untuk itu, asfiksia autoerotik disebut ahli rawan berujung pada kematian yang tidak disengaja. Hal ini ketika otak tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup, lalu sel-sel mulai mengalami kerusakan.

Kejadian kematian karena asfiksia autoerotik bisa dibedakan dari kasus bunuh diri lewat beberapa ciri-ciri khusus. Misalnya, terdapat tanda-tanda aktivitas seksual masturbasi pada korban.

"Seringnya akan ada bukti aktivitas seksual, misalnya kelamin terbuka bebas dengan materi pornografi di dekatnya," kata peneliti R.W. Byard seperti dikutip dari Encyclopedia of Forensic and Legal Medicine 2016 oleh detikHealth, Sabtu (2/7/2022).



Simak Video "Robot Seks Ini Viral, Bisa Bicara Aksen Skotlandia"
[Gambas:Video 20detik]
(dte/dte)