265 Kasus DBD di Banyuwangi Selama 6 Bulan, 8 Orang Meninggal

Ardian Fanani - detikJatim
Rabu, 29 Jun 2022 02:03 WIB
Ilustrasi Nyamuk
Foto: (iStock)
Banyuwangi -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi mencatat selama 6 bulan, mulai Januari-Juni 2022 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 265 kasus. Dengan jumlah total kematian sebanyak 8 orang.

Jumlah kasus wabah yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti itu sudah melebihi kasus dibanding tahun lalu. Tercatat sejak Januari hingga Desember 2021,hanya terdata 92 kasus di Banyuwangi.

"Hingga pertengahan tahun itu ada 265 kasus. Dari kasus ini terdapat 8 orang meninggal dunia," ujar Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Banyuwangi, Achmad Yunus Setiawan kepada wartawan, Selasa (28/6/2022).

Yunus menyebut, Banyuwangi merupakan daerah endemis DBD. Artinya, setiap tahun kasus ini terus dijumpai.

"Sehingga masyarakat perlu siaga dan waspada, dengan meningkatkan kebersihan lingkungan masing-masing agar terhindar dari DBD," harap Yunus.

Menurutnya, Dinkes Banyuwangi telah melakukan upaya preventif dalam mengendalikan DBD ini. Utamanya menggencarkan program Gertak PSN (Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk).

Seluruh masyarakat juga diimbau lebih peduli dengan kasus DBD ini, dengan melakukan sederet pencegahan. Mulai dari menguras bak mandi seminggu sekali, bersihkan seluruh penampungan air dan meminimalisir tempat yang mungkin menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

"Seperti genangan air di sekitar pemukiman. Seperti talang air, ban bekas, kaleng, botol, plastik, hingga gelas bekas air mineral," pungkasnya.



Simak Video "Kasus DBD di Tasikmalaya Meningkat, Data Kematian Bertambah"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)