Legislator Percaya ke Polri soal Penyelidikan 'Pengawal' Buya Arrazy

Legislator Percaya ke Polri soal Penyelidikan 'Pengawal' Buya Arrazy

Tim detikNews - detikJatim
Jumat, 24 Jun 2022 13:47 WIB
1.

Legislator Percaya ke Polri soal Penyelidikan 'Pengawal' Buya Arrazy

Legislator Percaya ke Polri soal Penyelidikan Pengawal Buya Arrazy
Gedung DPR RI. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Surabaya -

Polri telah menyatakan akan menindak tegas anggota berinisial M, diduga pengawal Buya Arrazy Hasyim, pemilik senpi yang picu tewasnya balita 3 tahun putra Buya. Anggota DPR mempercayakan penyelidikan kasus itu kepada Polri.

"Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Buya Arrazy. Kami ikut menyesalkan kejadian. Saya yakin tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian ini. Sepertinya murni musibah," kata Anggota Komisi III DPR RI fraksi PKB Jazilul Fawaid kepada wartawan, Kamis (23/6/2022).

Jazilul menyerahkan proses penyelidikan kepada Polri. Dia berharap kasus ini bisa menjadi pembelajaran.

"Namun jika perlu ada penyelidikan kami percayakan kepada kepolisian agar menjadi pelajaran bagi kita bersama agar tidak terulang. Agar personelnya lebih berhati-hati," jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI fraksi Gerindra Habiburokhman juga mempercayakan penyelesaian kasus ini kepada Propam Polri. Diketahui, M yang diduga 'pengawal' Buya Arrazy sedang diperiksa Direktorat Propam Mabes Polri.

"Kami percayakan penyelesaian kasus ini pada Propam. Di bawah kepemimpinan Pak Ferdy Sambo Ditpropam semakin profesional dan bijak dalam menjalankan tugasnya," kata Habiburokhman saat dihubungi terpisah.

Habiburokhman menilai kasus ini adalah musibah. Dia menilai kasus ini tinggal diselidiki apakah ada unsur kelalaian atau tidak.

"Secara garis besar kasus ini adalah musibah, bukan hanya untuk keluarga korban tetapi juga untuk si polisi pemilik senpi. Kalau unsur delik dolus atau tindak pidana kesengajaan jelas tidak ada, tinggal diselidiki apakah ini kelalaian atau delik culpa," jelasnya.

"Apakah prosedur penyimpanan senpi sudah dipenuhi, jika benar demikian tidak bisa juga disebut kelalaian, berarti murni musibah," imbuhnya.