Golkar Jatim Gelar FGD Dengan Wantimpres RI Pakde Karwo, Ini yang Dibahas

Faiq Azmi - detikJatim
Rabu, 22 Jun 2022 16:39 WIB
Golkar Jatim Gelar FGD Dengan Wantimpres RI Pakde Karwo
Wantimpres RI Soekarwo saat di Golkar Jatim (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

DPD Partai Golkar Jawa Timur menggelar focus group discussion (FGD) dengan tema 'Kesiapan Indonesia dan Jawa Timur Menghadapi Krisis Pangan Global' di Kantor Golkar Jatim. FGD ini mengundang Wantimpres RI Soekarwo atau akrab disapa Pakde Karwo.

"Jadi FGD ini kita membahas terkait krisis pangan. Ini persoalan yang urgent (penting), juga emergency. Ini di mana-mana sedang mengalami krisis pangan. Kita harus mempersiapkan diri mumpung belum terjadi," kata M Sarmuji, Ketua Golkar Jatim, Rabu (22/6/2022).

Sarmuji mengungkapkan, kondisi perubahan iklim di dunia bisa menyebabkan krisis pangan. Saat ini saja, musim penghujan berlangsung lebih lama di Indonesia.

"Ke depan dunia sulit lagi menghadapi tentang pangan. Sekarang ada pandemi, tapi yang relatif tetap itu adalah perubahan iklim dan ini pengaruhnya sangat besar sekali. Kita harus menyiapkan diri mumpung segalanya belum terjadi," katanya.

"Sekarang Indonesia kelihatannya aman, melimpah pangan kita swasembada beras bukan impor. Tapi ke depan semuanya bisa terjadi, mumpung sekarang belum terjadi, mumpung jauh hari kita harus mempersiapkan diri. Sekarang saja orang susah untuk prediksi memulai masa tanam. Musim penghujan sekarang panjang, jadi petani padi bisa menikmati, kalau nanti musim kemarau panjang, apa yang terjadi. Jangan sampai nanti tiba saat tiba akal," sambungnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini menyebut, Golkar memberi sejumlah masukkan ke pemerintah baik itu pusat dan di daerah untuk mengevaluasi kebijakan pangan.

"Pemerintah mesti mengevaluasi kebijakan pangan secara keseluruhan. Misalkan mengevaluasi efektifitas subsidi pupuk yang sangat besar diganti dengan subsidi bibit atau dengan kebijakan lain. Pemerintah harus mulai mempersiapkan lahan yang cukup di luar Jawa untuk menjadi penyangga pangan. Intervensi teknologi untuk menghasilkan hasil pertanian yang lebih baik," bebernya.

"Intervensi teknologi untuk menghasilkan produk pertanian yang lebih baik harus dilakukan misalkan dengan penyediaan bibit yang adaptif dengan perubahan iklim dan lainnya," sambungnya.

Sementara Wantimpres RI, Pakde Karwo menceritakan tentang krisis pangan yang melanda banyak negara di dunia. Ditambah, dengan konflik antara Rusia dan Ukraina yang menyebabkan krisis energi.

"Jadi di Asia sudah beberapa negara ada yang krisis. Ditambah krisis energi karena konflik Rusia dan Ukraina. Jadi kalau itu pangan sulit, energi sulit, uang jadi sulit karena tidak ada transaksi atau cashflow. Beberapa negara besar sudah mengumumkan kenaikan suku bunga, untuk mengerem inflasi," kata Pakde Karwo.

Menurut Pakde Karwo, Indonesia diuntungkan dengan garis khatulistiwa yang membuat sejumlah daerah bisa memproduksi bahkan swasembada bahan pokok seperti beras. Ke depan, Pakde berharap, akan ada banyak lagi kebutuhan pangan di Indonesia yang bisa di-swasembada.

"Indonesia ditolong satu daerah yang pangan banyak, ada sagu, ada cantel, pohong. Kita mulai 70-an swasembada beras, nanti bisa dimaksimalkan lagi potensi lain. Saya kira dengan kemandirian negara kita, Indonesia bisa mempersiapkan sejak dini, mengantisipasi kelangkaan pangan," tandas Pakde.

Dalam acara ini turut hadir sejumlah pengurus DPD Golkar Jatim, Kadis Pertanian Hadi Sulistyo, hingga sejumlah perwakilan pimpinan partai dari PPP dan PAN yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).



Simak Video "PD Pertanyakan Perubahan Partai Mahasiswa Indonesia dari Parkindo 1945"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)