Solusi Pemkot Agar Banjir Setinggi Lutut Tak Terulang Lagi di Rungkut

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 13 Jun 2022 17:47 WIB
Banjir di Surabaya
Banjir di Rungkut Surabaya (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Hujan deras sejak dini hari membuat sejumlah kawasan di Rungkut Surabaya terendam banjir. Bahkan, ketinggian banjir mencapai 60 cm atau setinggi lutut orang dewasa. Padahal, banjir ini jarang terjadi sebelumnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Surabaya Lilik Arijanto mengatakan banjir di area Rungkut itu bertepatan dengan pasang air laut. Sebab, BMKG juga memprakirakan terjadi banjir rob hingga 4 hari ke depan.

"Jarang sekali, baru sekarang, besar. Pas hujan turun pas pasang tinggi. Memang ada peringatan dari BMKG mulai tanggal 13 hingga 17 Juni 2022 memang pasang di pantai Surabaya tinggi," kata Lilik saat dihubungi detikJatim, Senin (13/6/2022).

"Hujannya kan mulai jam 01.00 hingga 05.30 WIB, hujan selesai pas pasang. Sehingga gravitasi yang biasa dilakukan saluran kita nggak bisa dilakukan, karena pintu (air) kita tutup semua, air laut mulai naik. Makanya kita kinerjanya pakai pompa," terang Lilik.

Lilik menjelaskan, wilayah Rungkut merupakan area hilir sungai terpanjang di Surabaya atau alur afur Wonorejo. Ia menyadari, kondisi kapasitas saluran saat ini dengan sepanjang dan selandai itu, tidak cukup untuk hujan sebesar semalam.

"Oleh karena itu, kita punya cara, tahun ini kita memecah saluran panjang ini menjadi 2 arah berbeda pembuangannya. Bahkan kita bikin 3, yaitu 1 ke arah laut timur, 1 ke arah selatan lewat Jalan Ahmad Yani, 1 dibuang ke barat arah SWK Karah. Jadi harus dibagi," ujarnya.

Jika tidak dibagi, saluran tidak akan menampung air dengan kondisi hujan dan pasang tinggi. Pihaknya pun tidak bisa melebarkan saluran, karena saluran di afur Wonorejo lewat Jatim Expo tidak bisa dilebarkan karena dekat pemukiman warga.

"Mau tidak mau rekayasa kita sudah mencadangkan paket pekerjaan yang membelah arah aliran yang berbeda. Mudah-mudahan bulan ini sudah bisa kita mulai, karena pengumuman lelang baru kemarin," tambahnya.

Saat ini, saluran seperti Kalirungkut atau hulunya harus dikurangi beban saat menuju arah Rungkut. Salah satunya dengan mengurangi hingga memecah arah arus, mengurangi beban agar tidak mengarah ke Rungkut.

Tak hanya itu, banjir ini berpotensi terjadi lagi jika nanti malam turun hujan deras dengan waktu. Namun, Lilik akan mengantisipasi agar tidak terjadi banjir seperti hari ini.

"Kalau kayak semalem lagi, persis, ya kita coba ndak seperti tadi. Kita sudah mulai ngirim alat besok untuk ngeruk saluran, kita normalisasi saluran afur Wonorejo dulu, penanganan darurat. Untuk warga ndak perlu panik, memang kondisinya nggak sering terjadi. Antisipasi banyak rencana kerja kita untuk antisipasi itu (banjir). Paling tidak masyarakat selalu menginformasikan ke kita genangan-genangan di titik mana saja, diinformasikan ke kita biar kami bisa menangani lebih pas," pungkasnya.



Simak Video "Penampakan Banjir Melanda Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/dte)