Saat Ayah Kandung Buang dan Ngaku Temukan Bayinya-Berujung Damai

Saat Ayah Kandung Buang dan Ngaku Temukan Bayinya-Berujung Damai

Tim detikJatim - detikJatim
Sabtu, 04 Jun 2022 09:14 WIB
Bayi dibuang di Pasuruan
Bayi yang dibuang di Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin/detikJatim)
Kota Pasuruan -

Teka-teki pembuang bayi laki-laki dalam kardus di persawahan Gadingrejo, Kota Pasuruan akhirnya menemui titik terang. Misteri orang tua bayi yang baru dilahirkan tersebut terungkap. Ternyata, ayah bayi adalah pria yang mengaku menemukan bayi tersebut.

"Pria yang mengaku menemukan bayi itu ternyata ayah dari sang bayi," kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bima Sakti Pria Laksana, Jumat (3/6/2022).

Bima mengatakan, setelah menerima laporan penemuan bayi, pihaknya melakukan penyelidikan. Beberapa saksi diperiksa, terutama F (18), pria yang mengaku menemukan bayi serta warga yang menerima bayi itu dari F.

"Awalnya F mengakui bahwa bayi itu ia temukan dalam kardus di sawah saat ia mencari burung," terang Bima.

Namun, keterangan F tidak dipercaya begitu saja, terlebih saksi lain mengaku curiga dengan pengakuan F. Polisi tidak putus asa dan terus melakukan penyelidikan secara mendalam.

"Akhirnya F mengaku mengarang cerita soal penemuan bayi. Ia ternyata ayah dari bayi itu," jelas Bima.

Bima menambahkan, bayi itu merupakan hasil hubungan di luar pernikahan antara F dan pacarnya, gadis berusia 16 tahun. Karena itu, ia berharap bayi itu dirawat orang lain.

"Awalnya pacar F telepon, bilang bahwa bayi mereka sudah lahir. F lalu bergegas mengambil bayi itu dan memberikannya ke warga sekitar dengan dalih telah menemukan bayi itu di persawahan," terang Bima, Jumat (3/6/2022).

"F menyerahkan bayinya ke warga karena mendengar warga tersebut belum punya anak dan ingin punya anak," tambah Bima.

Saat ini, F masih menjalani pemeriksaan di Polres Pasuruan Kota. Sedangkan pacarnya yang baru melahirkan masih menjalani pemulihan di rumah sakit.

Namun, Bima menyebut saat ini F belum ditetapkan sebagai tersangka. Statusnya masih saksi.

"Saat ini F masih berstatus saksi," terang Bima.

Ia pun akhirnya bisa bernafas lega. Ia terbebas dari jerat pidana pemerkosaan anak di bawah umur. Kasus ini diselesaikan dengan restorative justice. Itu setelah keluarga ibu bayi atau pacar F memilih penyelesaian secara kekeluargaan.

"Keluarga korban minta diselesaikan secara kekeluargaan, tidak mau memperpanjang perkara. Akhirnya kita fasilitasi mediasi. Kita pertemukan antar keluarga," kata Bima.

Dalam mediasi itu, akhirnya kedua belah pihak menyepakati restorative justice. Bima mengatakan keluarga korban telah membuat pernyataan tidak akan mengajukan tuntutan terkait perkara tersebut.

Orang tua korban juga tidak menuntut F menikahi anaknya. Sementara bayi mereka dirawat keluarga korban.

"Bayinya dirawat sama keluarga korban. Mereka nggak dinikahkan. Keluarga korban nggak setuju," pungkas Bima.

Dalam kasus ini, F sebenarnya bisa dijerat dengan Pasal 82 UURI/17/2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UURI/1/2016 tentang perubahan kedua atas UURI/23/2002 tentang Perlindungan Anak. Sanksi pidana dalam pasal ini penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Seperti diberitakan F, warga Kecamatan Panggungrejo, mengaku menemukan bayi laki-laki dalam kardus tanpa sehelaipun benang. Ia mengaku menemukan bayi itu di pinggir sungai areal persawahan belakang Gudang Bulog Gadingrejo saat ia mencari burung, Rabu (1/6/2022).

Dengan dalih itu, F menyerahkan bayi yang masih memiliki tali pusar itu ke warga sekitar. Warga yang menerima bayi itu kemudian melaporkan ke polisi.

Dalam proses penyelidikan, polisi mendapatkan pengakuan dari F bahwa bayi itu anaknya sendiri. Ia mencoba lepas tanggung jawab dengan mengarang cerita penemuan bayi dan menyerahkannya ke warga.



Simak Video "Perempuan Berdaster Tewas Tertabrak KA Probowangi di Pasuruan"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/dte)