Cara Pemkot Mojokerto Dukung Warga Garap Usaha Pertanian-Perikanan

Yudistira Perdana Imandiar - detikJatim
Rabu, 11 Mei 2022 11:39 WIB
Wali Kota Mojokerto
Foto: Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Pemerintah Kota Mojokerto mendukung kegiatan usaha pertanian, perikanan, dan peternakan yang dijalankan warganya. Meskipun wilayah Kota Mojokerto tak memiliki lahan luas untuk menjalankan ketiga usaha tersebut, sejumlah warga tertarik bergerak di bidang usaha tersebut.

Di awal pandemi COVID-19, Pemkot Mojokerto membentuk kelompok usaha bersama (kube) bidang pertanian, perikanan, dan peternakan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Saat ini, ada sejumlah Kube yang masih bertahan, dan beberapa di antaranya menunjukkan progres bisnis.

Saat memimpin langsung rapat bersama yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto, Selasa (10/5) Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari menyatakan pihaknya mendukung warga yang bergerak di ketiga bidang usaha tersebut.

Untuk mendukung kegiatan usaha di ketiga bidang tersebut, Pemkot Mojokerto menyediakan sistem informasi terintegrasi bernama 'Si Peri Piterpan'. Aplikasi tersebut menyajikan data komprehensif terkait pertanian, perikanan, peternakan, kube, poktan (kelompok tani), hingga data bantuan permodalan, laba-rugi, dan keaktifan penerima bantuan.

"Saya harap dengan adanya aplikasi ini, ke depan dapat semakin memudahkan pengembangan serta percepatan pembangunan bidang ketahanan pangan di Kota Mojokerto," ujar Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (11/5/2022).

Ia mengungkapkan awalnya program tersebut bertujuan agar paling tidak warga bisa mencukupi kebutuhan konsumsi sendiri. Namun, dalam perkembangannya, sejumlah kube pertanian bahkan bisa menyuplai pedagang sayur sekitar mereka.

Selain itu, ulas Ning ita, ada pula kube yang mampu mengolah hasil perikanan mereka, sehingga dapat menambah nilai jual panen yang dihasilkan. Ia menyatakan Pemkot Mojokerto terbuka apabila nantinya ada warga lain yang sebelumnya belum tergabung kube, namun kemudian tertarik untuk menekuni bidang tersebut.

"Meskipun tidak sebanyak bidang industri dan perdagangan, kita harus tetap mensupport warga yang punya ketertarikan di bidang ketahanan pangan ini. Karena memang di situ masih ada peluang yang dinilai menguntungkan oleh sejumlah kelompok warga," kata dia.

Pada awal pelaksanaannya, cerita Ning ita, banyak warga yang antusias mengikuti program tersebut. Namun ketika keadaan ekonomi mulai membaik, warga yang sebelumnya dirumahkan, kini kembali bekerja. Alhasil jumlah warga yang turut serta dalam program kube pertanian, perikanan, dan peternakan berkurang.

"Di sisi lain ada kelompok yang bertahan dan bahkan sudah bisa berkembang. Mereka yang serius ini yang harus kita pantau terus dan layak mendapatkan bantuan permodalan," lanjut Ning Ita.



Simak Video "Wapres Ingin Pesantren Al-Ittifaq Bandung Jadi Contoh Pertanian Modern"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/ega)