Ketua Partai Mahasiswa Indonesia Ketemu Wiranto, Ini Kata Aktivis Surabaya

Ketua Partai Mahasiswa Indonesia Ketemu Wiranto, Ini Kata Aktivis Surabaya

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Sabtu, 23 Apr 2022 21:53 WIB
Koordinator Pusat BEM Nusantara, Eko Pratama,
Ketum Partai Mahasiswa Indonesia Eko Pratama. (Foto: dok. istimewa)
Surabaya -

Partai Mahasiswa Indonesia (PMI) telah terbentuk dan terdaftar resmi di Kementerian Hukum dan HAM. Partai ini dipimpin oleh Eko Pratama. Eko merupakan koordinator pusat BEM Nusantara yang berasal dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS).

Diketahui, BEM Nusantara terbagi menjadi dua kubu, yakni kubu Koordinator Pusat Eko Pratama dan kubu Koordinator Pusat Dimas Prayoga.

Sementara BEM Nusantara yang dipimpin Eko Pratama ini adalah kubu BEM Nusantara yang menemui Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto, 8 April lalu.

Di Surabaya, nama Eko cukup dikenal di sebagian aktivis mahasiswa. Salah satunya Demisioner Presiden Mahasiswa UINSA Surabaya tahun 2020, Muchammad Mudhoffar.

Saat disinggung pertemuan Eko dengan Wiranto, Mudhoffar menyebut hal ini merupakan langkah strategis yang dilakukan Eko.

"Terkait pertemuan dengan Wiranto, bagi saya itu merupakan langkah strategis yang ditempuh oleh kawan-kawan," kata Mudhoffar kepada detikJatim di Surabaya, Sabtu (23/4/2022).

Pria yang menjabat sebagai pengurus PMII Surabaya ini tak menampik jika pertemuan Eko dengan Wiranto akan mengundang pro dan kontra. Namun, dalam pertemuan ini, bisa disampaikan sejumlah tuntutan secara langsung.

"Sehingga tuntutan yang ada, dapat disampaikan secara langsung, meskipun dalam pandangan kawan-kawan mahasiswa yang lain terdapat pro-kontra dalam pertemuan tersebut," imbuhnya.

Mudhoffar pun berharap apa yang dilakukan Eko ke depannya bisa bermanfaat bagi masyarakat. Dia juga mendoakan Eko senantiasa sehat agar bisa terus berjuang demi masyarakat.

"Kalau harapan saya ke Mas Eko selaku kawan sesama aktivis, semoga dia sehat dan selalu dalam lindungan-Nya. Selain itu harapan saya semoga bisa dapat berperan aktif dalam perjuangan apapun bentuknya, selama itu membawa manfaat yang baik bagi masyarakat," tambahnya.



Simak Video "Dituduh Ganggu Konvoi Kerajaan, Aktivis Thailand Dijemput Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/dte)