Ubaya dan Sekolah SPI Harap Milenial Makin Melek Digital

Deny Prastyo Utomo - detikJatim
Jumat, 08 Apr 2022 17:34 WIB
Ubaya dan Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) menjalin kerja sama soal digital entrepreneurship. Generasi milenial bisa meningkatkan kemampuan di bidang digital.
Ubaya dan SPI menjalin kerja sama/Foto: Istimewa
Surabaya -

Ubaya dan Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) menjalin kerja sama soal digital entrepreneurship. Generasi milenial bisa meningkatkan kemampuan di bidang digital.

Rektor Ubaya Dr Ir Benny Lianto MMBAT menyampaikan, kolaborasi atau kerja sama dengan berbagai pihak menjadi sesuatu hal yang sangat penting.

"Ini menjadi salah satu misi Ubaya menjalin sebanyak mungkin kerja sama dengan berbagai pihak," kata Benny seperti dalam rilis yang diterima detikJatim, Jumat (8/4/2022).

"Kami melihat MIC Transformer (SPI) memiliki misi dan visi yang sama untuk membangun manusia-manusia, khususnya generasi muda agar mereka bisa menjadi generasi muda Indonesia mandiri, dan manusia seutuhnya," paparnya.

Menurutnya tidak hanya pandai, tetapi juga memiliki karakter dan etika yang baik. Benny berharap kerja sama ini tidak lantas berhenti di penandatanganan nota kesepahaman saja.

"Oleh karena itu, kami sangat mendukung kerja sama antara Ubaya dan MIC Transformer. Secara khusus bakal ada program-program yang akan dijalankan sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini," terangnya.

MoU dilakukan di Transformer Center, SPI, Jalan Raya Pandanrejo No 2, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Selasa (5/4). MoU ditandatangani langsung oleh Profesor Sujoko Efferin selaku Direktur Ubaya InnovAction Hub dan Direktur MIC Transformer Ino Mulyadi.

MIC Transformer merupakan salah satu partner Yayasan SPI dalam pengembangan SDM. Aktivitas MIC Transformer dalam pelatihan dan peningkatan SDM kebanyakan dilakukan di lingkup sekolah SPI.

"Kerja sama ini kita buat dan kita laksanakan di tempat yang namanya transformer. Inilah tempat kami, yang menjadi live interpreneurship dari Sekolah Tinggi Kewirausahaan SPI. Jadi kami banyak melakukan aktivitas di tempat ini," ungkap Ino.

Ino juga mengatakan, penandatanganan MoU dengan Ubaya didasari kesamaan visi dan misi membangun manusia-manusia ber-SDM unggul, untuk kepentingan bangsa dan negara di masa yang akan datang.

Kerja sama ini, lanjut Ino, bukan hanya ditujukan bagi mahasiswa, namun lebih bersifat publik. Dengan harapan, generasi milenial nantinya benar-benar bisa meningkatkan kemampuan di bidang digital.

"Bukan hanya untuk mahasiswa tapi juga untuk masyarakat umum," imbuhnya.

Beberapa pekan lalu, tepatnya Jumat (4/3), rombongan Ny Nanny Hadi Tjahjanto Istri Mantan Panglima TNI Marsekal (Purn) Dr Hadi Tjahjanto, berkunjung ke Sekolah SPI. Selain untuk audience, kunjungan Founder Sekolah SMA Pradita Dirgantara (PD) Boyolali Jawa Tengah tersebut juga ingin berguru, atau nganggsu kaweruh (mencari ilmu) di Sekolah SPI.

Sekolah SPI dinilai Ny Hadi memiliki tujuan sama. Yakni mencerdaskan bangsa melalui generasi-generasi muda yang sudah memiliki kemampuan dan keterampilan SDM unggul.

Lalu pada Sabtu (5/3), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Jawa Timur melalui Kadin Institute, berkolaborasi dengan Sekolah SPI. Tujuannya tak lain menciptakan pendidikan entrepreneurship yang berkualitas.

Kolaborasi itu ditandai dengan MoU antara Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Direktur Kadin Institute Nurul Indah Susanti, Ketua Yayasan SPI Shendy Tantono, serta Kepala Sekolah SPI, Risna Amalia.



Simak Video "Digital Amnesia, Apa Sih Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/sun)