Keren! Ubaya Bikin Motor dan Sepeda Listrik, Simak Keunggulannya

Esti Widiyana - detikJatim
Sabtu, 12 Mar 2022 05:03 WIB
Sepeda motor listrik buatan Ubaya
Kendaraan listrik buatan Ubaya. (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Program Studi Teknik Mesin dan Manufaktur Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) membuat inovasi 2 kendaraan listrik. Yakni sepeda e-bike Two Wheel Drive bernama CEVI B1 dan motor listrik e-Cruiser Motor Cycle bernama CEVI M1.

Rektor Ubaya Dr Benny Lianto mengatakan hal itu seiring kebijakan pemerintah yang menargetkan pada 2035 seluruh mobil atau kendaraan bermotor sudah menggunakan energi listrik.

Karena itulah Ubaya berinisiatif menyumbangkan ilmu dan inovasinya dalam mengembangkan varian motor dan sepeda listrik berkolaborasi dengan industri untuk mobil listrik.

"Kami percaya bahwa kendaraan listrik akan dibutuhkan dan semakin banyak dipakai masyarakat. Oleh karena itu kami perlu mendesain model yang cocok untuk masyarakat dari berbagai lapisan. Di pusat inovasi Ubaya, akan dilahirkan sepeda motor dan sepeda listrik yang baru dan cocok dengan kebutuhan masyarakat," kata Benny di HUT ke-54 Ubaya, Jumat (11/3/2022).

Dua inovasi kendaraan listrik Ubaya itu memiliki kemampuan jarak tempuh yang cukup jauh, kapasitas baterai juga besar, penggerak pada dua roda, serta kestabilan dalam berkendara di jalan ekstrem.

CEVI B1 dan CEVI M1 dirancang oleh mahasiswa, dosen, dan laboran dari Program Studi Teknik Mesin dan Manufaktur Ubaya. Pembuatan motor listri itu juga berkolaborasi dengan alumni yang tergabung dalam UKM Cortese Garage.

"Keunggulannya saya kira, kami ke depan akan mengarah ke kendaraan lebih ramah lingkungan. Kami berharap kebijakan green ekonomi pemerintah bisa mengarahkan agar kendaraan makin hari makin ramah lingkungan. Kami berupaya menggantikan energi yang tidak bisa diperbarukan jadi terbarukan," kattanya.

Benny mengatakan bahwa dua kendaraan listrik ini baru langkah awal berkolaborasi riset dengan industri. Tidak menutup kemungkinan ke depannya prototipe kendaraan itu akan diproduksi secara massal.

"Untuk varian yang sudah feasible akan diarahkan untuk produksi massal untuk masa yang akan datang. Pengisian listrik sementara akan dibangun di sini, di beberapa tempat belum tersedia. Ini juga belum bisa dipakai di jalan raya. Akan disiapkan. Tidak lama," ujarnya.

Sepeda listrik CEVI B1 memiliki keunggulan dua penggerak roda di roda belakang dan roda depan. Dua penggerak roda ini memperbesar daya jelajah bersepeda dibanding sepeda listrik pada umumnya.

Penanggung jawab Pusat Pengembangan Kendaraan Listrik (CEVI) Dr Susila Candra menjelaskan kedua penggerak roda ini menjadikan semakin stabil ketika melintasi jalanan ekstrem.

"Jadi di tanjakan, jalanan yang tidak rata, berlumpur, atau licin, sepeda akan lebih stabil dengan dua penggerak. Baik di roda bagian depan dan roda bagian belakang," kata Susila.

Sedangkan motor listrik CEVI M1, keunggulannya memiliki tenaga yang besar dan kemampuan jarak tempuh yang cukup jauh. Kerangka motor terdapat stabilizer dan suspensi yang tergabung menjadi satu.

"Kedua perangkat ini diletakkan di jok sehingga kerangka motor menjadi lebih kuat. Jadi antara penggerak dengan roda bisa menjadi satu kesatuan," ujar Susila.

Ada pun pengisian listrik sepeda listrik dan motor listrik ini membutuhkan waktu 4 jam. Motor dan sepeda listrik Ubaya itu tentunya memiliki jangkauan, jarak, dan kecepatan maksimum yang berbeda.

"Untuk motor, jangkauan jaraknya bisa 260 km sekali pengisian dengan kecepatan maksimum 70-80 km/jam. Sedangkan sepeda jangkauan kecepatan 200 km dengan kecepatan 30-40 km/jam. Sekali pengisian sekitar 4 jam," katanya.



Simak Video "Bawa Mobil Mungil Ini Nggak Perlu SIM"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)