Gubes UK Petra Daur Ulang Limbah Abu Terbang Jadi Pengganti Semen Beton

Gubes UK Petra Daur Ulang Limbah Abu Terbang Jadi Pengganti Semen Beton

Esti Widiyana - detikJatim
Kamis, 10 Mar 2022 14:33 WIB
Profesor Antoni UK Petra
Prof Antoni/Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Bahan bakar dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) banyak digunakan di Indonesia. Namun, pada proses pembakaran batu bara menghasilkan limbah padat abu terbang atau fly ash.

Jika limbah dibuang dan dibiarkan menumpuk, bisa menyebabkan pencemaran lingkungan secara masif. Pada tahun 2021 saja, limbah fly ash di Indonesia sekitar 8,7 juta ton per tahun. Namun yang berhasil di daur ulang hanya sekitar 10%.

Melihat hal ini, salah satu Profesor di UK Petra, Prof Antoni ST M Eng PhD meneliti fly ash untuk didaur ulang sebagai limbah yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Semula memang fly ash dikategorikan sebagai material B3, namun sesuai dengan PP nomor 22 tahun 2021, fly ash tidak lagi dikategorikan sebagai limbah berbahaya. Maka dari itu saya meneliti lebih jauh bagaimana caranya mendaur ulang Fly Ash ini agar bisa menjadi bahan baku beton yang berkualitas dengan mengurangi bahan semennya," kata Antoni, Kamis (10/3/2022).

Diketahui, Prof Antoni sendiri akan dikukuhkan UK Petra pada 11 Maret sebagai Guru Besar bidang Ilmu Teknik Sipil. Di mana orasinya tentang 'Potensi Abu Terbang Sebagai Material Sementisius dalam Pembuatan Beton Rendah Semen'.

Kepala Laboratorium Beton dan Konstruksi UK Petra ini ingin menekankan, jika ingin memanfaatkan fly ash, khususnya dari PLTU, harus memahami kualitasnya dengan baik.

"Sebagai limbah, tidak semua fly ash memiliki kualitas yang baik dan seragam. Maka dari itu fly ash perlu melalui berbagai tahap evaluasi terlebih dahulu. Dan jika sudah bisa memanfaatkannya dengan maksimal maka produksi beton di Indonesia bisa dilakukan secara massal," ujar doktor lulusan Hokkaido University, Jepang ini.

Profesor Antoni UK PetraHasil karya Prof Antoni/Foto: Esti Widiyana

Selama ini, fly ash mulai dimanfaatkan dalam pembuatan beton di Indonesia, umumnya dengan kadar rendah sekitar 20-30%. Padahal, kadar penggunaannya ini masih bisa di tingkatkan kembali, bahkan hingga 100%.

"Agar kualitas beton dapat dijaga tetap bagus, kualitas fly ash yang digunakan perlu melalui proses quality control. Dalam penelitian, kami mengembangkan metode quality control mutu fly ash yang dapat dilakukan dengan cepat, yang kami sebut dengan Rapid Indicator," jelasnya.

Menurut dosen yang pernah meraih Best Paper di Konferensi Internasional Singapore ini mengatakan, limbah abu terbang menjadi masalah lingkungan. Pemanfaatan limbah abu terbang yang baik secara konsisten akan mengurangi masalah lingkungan, sekaligus mengurangi penggunaan semen. Di mana proses produksinya juga menghasilkan gas karbon dioksida yang meningkatkan efek rumah kaca.

"Pemanfaatan semen yang efisien dan efektif, disertai dengan pemanfaatan limbah abu terbang sebagai material pengganti sebagian semen, mampu menghasilkan mutu beton yang baik dan tahan lama serta mempunya nilai ekonomis tinggi," tambahnya.

Fly ash sendiri merupakan limbah dari proses pembakaran dari PLTU. Kualitasnya juga bervariasi terhadap waktu. Hal ini disebabkan adanya perbedaan sumber batu bara, temperatur pembakaran batubara, dan variabel lainnya.

"Biasanya beton yang menggunakan fly ash ini akan berwarna agak kecoklatan dan terjadi peningkatan mutu pada umur lanjut," pungkasnya.



Simak Video "Maling Motor di Surabaya Gentayangan, Nih Buktinya!"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/fat)