Kata Pakar soal Pohon Pisang Raksasa di Ponorogo

tim detikJatim - detikJatim
Jumat, 04 Mar 2022 14:20 WIB
Pohon pisang raksasa di Ponorogo
Pohon pisang raksasa (Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim/file)
Surabaya -

Sebatang pohon pisang raksasa tumbuh di areal persawahan Dusun Setumbal, Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Ponorogo. Pisang ini memiliki tinggi 4 meter dan berdiameter 1,8 meter.

Keunikan itu ditanggapi oleh pakar pertanian Prof Kuswanto. Dia memprediksi bahwa pisang itu adalah jenis pisang kepok jika dilihat dari batangnya.

"Kelihatannya itu karena tambahan nutrisi, seperti pupuk," kata Prof Kuswanto saat dihubungi detikJatim Jumat (4/3/2022).

Menurut dia, dari gambar tersebut belum bisa dibedakan bahwa tanaman itu merupakan pisang yang 'kegemukan' atau bukan. Karenanya, dibutuhkan pengamatan lebih lanjut

"Kalau 'kegemukan' berarti bisa tumbuh alami. Sayangnya dari foto tersebut kurang bisa dibedakan," papar dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) itu.

Namun, menurut Prof Kuswanto, jika pertumbuhan pisang itu adalah imbas dari pupuk, maka batang bisa subur dan membesar. Bentuk batangnya bisa mirip seperti daun sawi karena pelepah batang semu yang sudah terbentuk sejak kecil.

"Jadi tidak mampu membungkus sempurna akibat batang yang tumbuh subur," imbuh guru besar yang menekuni bidang Pemuliaan Tanaman itu.

Prof Kuswanto menambahkan, pupuk yang digunakan kemungkinan mengandung banyak nitrogen. Sehingga dapat merangsang tanaman untuk tumbuh vegetatif dan sampai umur 1,5 tahun/belum berbunga.

"Tetapi dia akan tetap berbunga, walau lambat," jelas dia.

Menurut Prof Kuswanto, jika pisang tersebut ditanam di tempat lain dengan kondisi penanaman dan pemupukannya sama, maka bisa dihasilkan seperti itu. Namun, jika kondisinya berbeda, maka penampilan tanaman juga berbeda.

"Prinsipnya, sifat genetik pisang tersebut akan tetap, di manapun tumbuhan itu ditanam. Penampilan akan berbeda apabila lokasi penanaman berbeda," tandas pria berkacamata itu.

Prof Kuswanto juga mengaku pernah melihat tanaman pisang sebesar itu di tempat lain. Yakni di Lumajang.

"Sekitar 2011-2012, saya pernah tahu di Lumajang. Tapi saya lupa desa dan kecamatannya," tutur dia.

Sebelumnya, pemilik pohon pisang raksasa, Ladi Harjo (68) mengaku, awalnya dia membeli benih porang dari tetangganya. Tetiba, lahannya yang ditanami porang tumbuh pohon pisang.

"Sama istri saya dibiarkan (pisang) itu, setelah beberapa lama ternyata semakin besar dan tinggi," tutur Ladi kepada detikJatim, Rabu (2/3/2022).

Ladi menambahkan, pisang yang tak sengaja ditanam sejak 1,5 tahun lalu itu makin tumbuh hingga sekarang. Saat Ladi memupuk tanaman porang miliknya, tak sengaja pisang pun ikut terpupuk.

"Perawatan hanya dipupuk kandang, kompos dan organik, tujuannya yang dipupuk porang. Pisang justru tidak dipupuk sendiri," imbuh Ladi.



Simak Video "Melihat Pohon Pisang Raksasa 'Aladin' di Ponorogo"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/sun)