Gus Muhdlor Komitmen Sidoarjo Terbuka Lebar untuk Seni dan Budaya

Suparno - detikJatim
Rabu, 02 Mar 2022 23:29 WIB
Ahmad Muhdlor Ali Bupati Sidoarjo buka Pameran Tosan Aji
Gus Muhdlor membuka pameran keris dan benda pusaka (Foto: Suparno)
Sidoarjo -

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali berkomitmen membuka ruang lebar bagi pengembangan seni dan budaya di Kota Delta. Dia juga berjanji membangun ekosistem yang lebih luas bagi pelaku seni dan budaya dengan membuka market lebih besar melalui pameran.

Bupati Muhdlor menyampaikan itu saat membuka pameran Keris dan Benda Pusaka yang digelar di Kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sidoarjo, Rabu (2/3/2022).

Kegiatan dalam rangka Hari Jadi Sidoarjo ke-163 itu dibuka dengan Tarian Banjarkemuning. Produk budaya asli Sidoarjo itu sudah tercatat dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI) oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Pameran Tosan Aji yang digelar Pemkab Sidoarjo itu diikuti tidak kurang dari 30 kolektor keris dan benda pusaka dari Sidoarjo dan luar daerah.

Pusaka yang dipamerkan mulai dari keris peninggalan era kerajaan Singosari, Majapahit, Mataram hingga era Pakubuwono ke VIII.

Selain itu, ada juga Keris buatan Mpu era 1900 an yang ikut dipamerkan. Rata-rata benda pusaka yang dipamerkan dibuat pada abad 17 era Sultan Agung Raja Kesultanan Mataram.

Ribuan benda pusaka yang dipamerkan itu sebagian bisa dibeli atau dimahar oleh pengunjung. Ada juga yang tujuannya hanya untuk dipamerkan saja tidak untuk dijual.

Harganya pun bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah. Karena itu potensi ekonomi dari market pameran benda Tosan Aji itu lumayan besar bila dilihat dari nilai pusaka yang ditawarkan.

Bupati Sidoarjo yang genap menjabat setahun itu mengatakan, sejak awal dirinya berikrar untuk membangun ekosistem yang baik khususnya di dunia seni.

Pemkab Sidoarjo akan memberikan perhatian kepada pelaku seni. Salah satunya dengan membangun market agar pelaku seni seperti ini dapat survive.

"Kalau kami tidak peduli pada kesenian itu, misalnya lukis, dan kita tidak bangun ekosistemnya, tidak ada marketnya, orang bisa gambar tapi keluarganya tidak bisa makan," kata Ahmad Muhdlor, Rabu (3/2/2022).

Untuk saat ini, dia meminta maaf bila event seperti itu masih terbatas karena digelar saat Pandemi COVID-19. Dia berjanji, event seperti itu akan digelar lebih besar bila pandemi telah berakhir.

"Mungkin tahun depan atau beberapa bulan kedepan akan kita buat lagi di MPP yang lantai dua, saya kira itu sangat representatif,"ujarnya.

Bupati Sidoarjo yang akrab dipanggil Gus Muhdlor itu juga berharap, melalui pameran seperti ini akan tumbuh kecintaan generasi muda kepada budaya asli Sidoarjo.

Dia tidak bisa membayangkan bila generasi muda mendatang telah kehilangan kecintaannya terhadap budayanya sendiri.

Hal itu bisa terjadi di tengah arus digitalisasi saat ini. Oleh karenanya dia berharap semua pihak bisa menumbuhkan kecintaan budaya asli Indonesia, khususnya yang ada di daerahnya sendiri.

"Ini tugas kita semua untuk mulai menumbuhkan kecintaan kepada budaya sendiri, jangan sampai orang Sidoarjo kehilangan Sidoarjonya, orang Jawa kehilangan Jawanya, orang Indonesia lupa Nusantaranya," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Sidoarjo Djoko Supriyadi juga berharap kegiatan seperti ini akan menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Sidoarjo.

Dia mengatakan, kegiatan pameran kali ini tidak hanya diikuti kolektor benda pusaka dari Sidoarjo saja tapi juga dari Jember, Lumajang, Pasuruan, Surabaya, Lamongan dan Probolinggo.

Padahal, menurutnya, peminat yang ingin mengikuti kegiatan kali ini cukup banyak.

"Kami terpaksa menolak teman-teman yang lain ikut gabung diacara ini karena memang keterbatasan tempat," kata Joko.



Simak Video "Penampakan Serbuan Laron 'Teror' Pengendara di Jembatan Kali Porong"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/dpe)