Pelanggar Prokes di Banyuwangi Kena Denda Tipiring Rp 1 Juta

Ardian Fanani - detikJatim
Rabu, 16 Feb 2022 21:33 WIB
pelanggar prokes kena tipiring
Pelanggar prokes kena denda tipiring Rp 1 juta(Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Penindakan tegas terhadap oknum yang diduga melakukan pelanggaran protokol kesehatan dilakukan di Banyuwangi. Diduga melakukan pengerahan massa dalam ajang hiburan, warga di Banyuwangi disidang tipiring. Hukumannya, denda sebanyak Rp 1 juta.

Hal itu terjadi kepada TAS (28) warga Desa/Kecamatan Cluring Banyuwangi. Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi menjatuhkan vonis kepada terdakwa kasus tipiring ini dengan denda Rp 1 juta. Sidang dilakukan dengan daring, terdakwa dan saksi berada di Polsek Cluring, sementara majelis hakim melakukan sidang di PN Banyuwangi.

"Menjatuhkan vonis denda Rp 1 juta dan membayar biaya perkara Rp 5 ribu," ujar PN I Gede Purnadita, Rabu (16/2/2022).

Terdakwa melanggar pasal 510 ayat 1 ke 1e KUHP dan atau 49 ayat 1.2.3. junto pasal 27c peraturan Daerah Provinsi jawa timur nomor 1 tahun 2019 tentang penyelengaraaan ketentraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat Junto Pasal 5 (1) Huruf a Pergub Jatim Nomor 53 Tahun 2020 Tentang penerapan protocol kesehatan dalam mencegah dan pengendalian COVID-19.

Kapolsek Cluring AKP Agus Priyono mengatakan sidang tipiring ini bermula adanya kegiatan keramaian umum tanpa izin dalam PPKM level 2 di Banyuwangi, serta tidak mematuhi penerapan protokol kesehatan dalam mencegah dan pengendalian COVID-19.

"Ada serangkaian kegiatan keagamaan yang dikemas dengan pentas yakni senam bersama, pembagian sembako yang selanjutnya dilanjutkan dengan acara panggung hiburan atau orkes musik, sehingga dengan adanya kegiatan tersebut menimbulkan kerumunan masyarakat yang tidak menaati protokol kesehatan," ujarnya.

"Kegiatan tersebut juga tidak mendapat ijin dari satgas COVID baik dari Desa, Kecamatan, Koramil maupun Polsek Cluring. Waktu itu langsung kita bubarkan," tambahnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan keramaian dan berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Mohon maaf kami harus bertindak tegas dalam hal ini. Karena kerumunan akan menyebabkan adanya penularan COVID-19," pungkasnya.



Simak Video "Dulunya Kumuh, Kini Kampung Kaempuan Dipenuhi Lukisan"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)