Solusi Gus Muhdlor untuk Sekolah di Sidoarjo yang Selalu Terendam Banjir

Suparno - detikJatim
Senin, 14 Feb 2022 20:09 WIB
sekolah kebanjiran di sidoarjo
Gus Muhdlor saat tinjau SMPN 2 Tanggulangin (Foto: Suparno)
Sidoarjo -

Sekolah di Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo menjadi langganan banjir setiap tahun. Itu dikarenakan lokasi sekolah yang mengalami penurunan tanah.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor meninjau SMP Negeri 2 dan SD Negeri Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin, yang selalu banjir di musim hujan.

Gus Muhdlor mengatakan Desa Kedungbanteng, Banjarasri dan Banjarpanji memang disinyalir mengalami penurunan tanah. Sehingga saat hujan lebat turun dalam waktu yang cukup lama, dipastikan tiga desa tersebut tergenang.

"Kabarnya pada tahun 2021, penurunan tanah mencapai 20 sentimeter. Namun angka itu akan kami kaji dengan tim ahli dari ITS," kata Gus Muhdlor di SMP Negeri 2 Tanggulangin, Senin (14/2/2021).

Penurunan tanah, lanjut Gus Muhdlor, bisa dilihat dengan kasat mata. Banjir di tiga desa tersebut butuh waktu lama untuk surut. Bahkan, meskipun telah memasuki musim kemarau, banjir belum juga hilang.

sekolah kebanjiran di sidoarjoFoto: Suparno

"Penurunan tanah juga terlihat dari infrastruktur jalan beton. Padahal sudah naik 70 sentimeter. Namun saat ini juga tergenang. Penurunan tanah nyata. Apalagi tiga desa ini sangat dekat dengan pengeboran gas," jelasnya.

Kondisi serupa juga terlihat di SMPN 2 Tanggulangin. Belasan ruang di lantai bawah yang terdiri dari ruang kelas dan ruang guru terendam sekitar 10 sentimeter. Padahal, beberapa waktu lalu telah dinaikkan setinggi 50 sentimeter.

"Kita sebenarnya telah memiliki kandidat tempat untuk relokasi. Namun yang kita kaji tidak sepotong-potong. Tidak hanya sekolah saja. Tidak hanya pemukiman saja. Tapi menyeluruh," imbuhnya.

Namun, terang Gus Muhdlor, dalam jangka pendek, yang bisa dilakukan adalah menambah pompa dan meningkatkan kapasitasnya. "Kisdam yang lama dibongkar karena kisdam baru telah siap," pungkasnya

Setelah usai meninjau banjir, Gus Muhdlor membagikan paket sembako kepada warga. Ada 300 paket yang dibagikan kepada warga terdampak .

Sementara itu di tempat lain SD Negeri Balongdowo Kecamatan Candi nampak tergenang air, dengan ketinggian 25 cm. Dari keterangan Muhamad Khoiri Kepala Sekolah SD Negeri mengaku bahwa banjir di sekolah ini karena curah hujan yang tinggi selama dua hari.

"Selain itu permukaan air sungai Balongdowo penuh. Mengakibatkan halaman dan ruang sekolah tergenang air. Untuk sementara semua murid belajar dengan sistim darring," kata Khoiri.

"Kami berharap ada solusi dari pihak Dinas Pendidikan, karena kasihan anak-anak yang baru masuk mulai besuk kembali menjalani proses belajar mengajar dengan daring lagi," tandas Khoiri.



Simak Video "Penampakan Serbuan Laron 'Teror' Pengendara di Jembatan Kali Porong"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)