Warga Desa di Ponorogo Protes Hilangnya Bansos Diduga Ditilap Oknum BumDes

Warga Desa di Ponorogo Protes Hilangnya Bansos Diduga Ditilap Oknum BumDes

Charoline Pebrianti - detikJatim
Minggu, 13 Feb 2022 07:47 WIB
kartu kks warga ponorogo
Salah satu warga menunjukkan kartu KKS-nya (Foto: Charoline Pebrianti)
Ponorogo -

Puluhan warga Desa Tumpak Pelem, Kecamatan Sawoo menggelar pertemuan dengan Badan Usaha Milik Desa (BumDes). Warga mempertanyakan sebagian bantuan mereka yang hilang diduga dibawa oleh oknum.

Pasalnya, saat ini ratusan KKS dipegang oleh pihak BumDes. Kecurigaan warga bermula saat salah satu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik warga saat dicek, ternyata saldo ATM tersebut kosong. Padahal seharusnya warga menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) secara rutin yang bisa dilihat dari hasil print rekening koran.

Salah satu warga Suyati (33) mengaku sejak awal pembagian kartu KKS, kartu KKS miliknya dipegang BumDes. Saat pengambilan bantuan pun dilakukan di BumDes.

"Dikumpulkan di Bumdes sudah lama, saya nggak pernah pegang kartu sendiri. Padahal di tempat lain kan dipegang sendiri," tutur Suyati kepada wartawan, Minggu (13/2/2022).

Kecurigaan Suyati bertambah saat dirinya bersama beberapa warga lain meminta kartu ATM miliknya dan mengecek. Hasilnya di struk tertulis dia seharusnya menerima 8 kali bantuan namun hanya menerima 5 kali bantuan.

"Nah, yang saya pertanyakan dimana 3 bantuan saya," kata Suyati.

Selama ini, lanjut Suyati dia menerima uang Rp 200 ribu dari PKH dan BPNT berupa sembako berisi beras, telur, kacang hijau, dan kedelai.

"Bantuan kadang saya nerima 2 paket di bulan Desember 2021, untuk bulan sebelumnya yang kosong," tukas Suyati.

Menurut Suyati, jika ia tidak mengecek KKS-nya tentu permasalahan ini tidak akan ketahuan. Dia berharap, bantuan yang semestinya dia terima harus disalurkan semestinya.

"Pernah saya tanya kenapa bulan Oktober 2021 kemarin saya nggak dapat, katanya nggak cair. Ya sudah saya pasrah saja, ternyata Februari 2022 dicek, Oktober itu sudah cair, tapi nggak sampai ke saya," tandas Suyati.

Saat dipertanyakan ke pihak BumDes di rumah salah satu warga, pihak BumDes bakal menyelesaikan permasalahan ini, Senin (14/2) di kantor. Warga sempat curiga, kemana bantuan mereka selama ini. Jika tidak dipertanyakan warga, apakah bantuan tidak disalurkan.

"Lihat Senin besok, semoga beneran diganti. Kalau tidak, ya gimana. Saya kan juga butuh bantuan," pungkas Suyati.



Simak Video "Bayar Pajak Motor di Ciamis Bisa Pakai Sampah"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)